Teks Berita (Materi)

whatsapp image 2026 07 08 at 22.19.52

MODUL LITERASI DIGITAL: TEKS BERITA LINGKUNGAN

Pusat Belajar Mandiri SMP Kelas VIII – ditriles.com


BAGIAN 1: TAHAP MEMAHAMI (Pengetahuan Esensial)

A. Apa itu Berita?

Berita adalah laporan mengenai peristiwa aktual, penting, dan menarik bagi masyarakat. Dalam topik ini, kita akan fokus pada berita Eco-Literacy untuk menyelamatkan bumi dari sampah plastik.

B. Rumus ADIKSIMBA (5W+1H)

Untuk memahami isi berita secara utuh, gunakan rumus ADIKSIMBA:

  1. Apa peristiwanya?
  2. Dimana kejadiannya?
  3. Kapan waktunya?
  4. Siapa yang terlibat?
  5. Mengapa terjadi?
  6. Bagaimana prosesnya?

C. Literasi & Numerasi: Membaca Data Sampah

Berita yang kritis seringkali memuat angka statistik. Angka ini bukan sekadar pajangan, tapi bukti fakta.

  • Contoh: “Produksi sampah plastik di kota kita mencapai 5 ton per hari.”
  • Analisis Numerasi: Angka “5 ton” menjawab unsur Apa (jumlah fakta yang terjadi).

D. Membedakan Fakta vs Opini

  • Fakta: Sesuatu yang benar-benar terjadi dan didukung data (Numerasi).
    • Contoh: “Siswa mengumpulkan 50 kg botol plastik hari ini.”
  • Opini: Pandangan atau saran seseorang.
    • Contoh: “Menurut saya, sekolah kita harus lebih ketat melarang plastik.”

BAGIAN 2: TAHAP APLIKASI (Berpikir Kritis & Kolaborasi)

A. Menanggapi Isu Aktual

Sebagai generasi digital yang berkesadaran, kamu tidak boleh langsung percaya hoaks. Bacalah isu aktual di rubrik lingkungan ditriles.com dan berikan tanggapan menggunakan etika berkomunikasi:

  • Sampaikan Simpati: “Saya merasa prihatin dengan kondisi sungai kita…”
  • Gunakan Data: “Berdasarkan data 10 ton sampah yang disebut dalam berita…”
  • Santun dalam Beda Pendapat: “Saya menghargai pendapatmu, namun data menunjukkan hal berbeda…”.

BAGIAN 3: TAHAP MENGAPLIKASI (Menjadi Jurnalis Muda)

A. Struktur Teks Berita

  1. Kepala Berita (Lead): Berisi rangkuman ADIKSIMBA yang paling mendesak.
  2. Tubuh Berita: Penjelasan detail kronologi peristiwa.
  3. Ekor Berita: Informasi tambahan atau saran (opini tokoh).

Contoh:
[Kepala Berita/Lead] Maraknya tren penggunaan produk kecantikan di kalangan remaja putri tingkat sekolah menengah pertama (SMP) kini memicu kekhawatiran baru di kalangan tenaga pendidik dan kesehatan. Pasalnya, banyak produk kosmetik yang dijual bebas di pasaran mengandung zat kimia toksik seperti merkuri, hidrokinon, dan pewarna tekstil yang sangat berbahaya jika terpapar pada kulit remaja yang masih dalam tahap perkembangan.

[Tubuh Berita] Kondisi ini diperparah dengan kurangnya literasi para siswi dalam memilih produk kosmetik yang aman dan telah teruji oleh BPOM. Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak remaja tergiur membeli produk dengan harga murah melalui platform daring tanpa memeriksa kandungan bahan di dalamnya. Padahal, penggunaan bahan berbahaya dalam jangka panjang dapat memicu iritasi kulit kronis, gangguan fungsi organ dalam, hingga risiko kerusakan saraf yang permanen akibat penumpukan zat kimia dalam tubuh.

[Ekor Berita] “Kami sangat mengharapkan orang tua dan pihak sekolah lebih ketat dalam mengawasi produk perawatan kulit yang digunakan anak-anak,” ujar seorang ahli kesehatan kulit dalam sebuah seminar edukasi baru-baru ini. Para pakar pun menekankan pentingnya kampanye edukasi mengenai bahaya zat toksik agar para remaja tidak hanya terobsesi dengan standar kecantikan instan, melainkan lebih mengutamakan kesehatan jangka panjang melalui pemilihan produk yang aman dan sesuai usia.

B. Kaidah Kebahasaan (Ciri Khas Berita)

  • Kata Kerja Mental: (merasa, memikirkan, berasumsi).
    Contoh :
    Pihak sekolah mengharapkan agar pencapaian program Zero Waste ini dapat menginspirasi satuan pendidikan lain, karena banyak murid merasa bangga setelah berhasil mengurangi penggunaan plastik sekali pakai secara signifikan dalam satu bulan terakhir.
  • Konjungsi Temporal: (setelah, kemudian, sejak). Kata penghubung ini berfungsi untuk menata urutan waktu peristiwa agar alur berita lebih mudah dipahami oleh pembaca.
    Contoh:
    Sejak diluncurkan pada Juli 2026, program Zero Waste di sekolah tersebut terus dipantau perkembangannya, kemudian hasilnya dilaporkan secara berkala setelah melalui tahap evaluasi bulanan oleh tim jurnalis sekolah.”
  • Kalimat Langsung: Mengutip ucapan narasumber secara tepat. Kalimat langsung berfungsi untuk mengutip pernyataan narasumber secara tepat, sehingga menambah kredibilitas berita dan memberikan perspektif emosional atau fakta tambahan bagi pembaca. Kalimat ini ditandai dengan penggunaan tanda petik (“…”).
    Contoh:
    “Kami mewajibkan setiap murid membawa botol minum (tumbler) sendiri sebagai langkah awal pembiasaan,” ujar Dian Tri Lestari, S. Pd., selaku guru yang konsen pada lingkungan.

BAGIAN 4: TAHAP MEREFLEKSI (Aksi Nyata)

A. Publikasi & Dampak

Setelah beritamu selesai dan disunting oleh Peer-Editor (Kelompok Mahir), saatnya mempublikasikan karyamu di sini!.

  • Pertanyaan Refleksi:
    1. Apakah tulisanmu sudah bisa menggerakkan orang untuk Zero Waste?
    2. Apa tantanganmu saat mengubah angka statistik menjadi kalimat yang menarik?



CONTOH TEKS BERITA

Langkah Nyata Zero Waste di Sekolah: Siswa SMP Kurangi 3 Ton Sampah Plastik dalam Sebulan
Oleh: Tim Jurnalis Muda ditriles.com (Supervisi: Dian Tri Lestari, S. Pd)


MEMPAWAH TIMUR – Masalah sampah plastik kini bukan lagi sekadar wacana. Murid-murid di SMP Negeri 1 Mempawah Timur menunjukkan aksi nyata melalui program Zero Waste yang telah berjalan sejak awal semester ganjil ini. Berdasarkan data yang dirilis pada laman ditriles.com, program ini berhasil menurunkan volume sampah plastik sekolah secara drastis.

Sejak diluncurkan pada Juli 2026, volume sampah plastik di lingkungan sekolah tercatat berkurang sebanyak 3 ton hanya dalam waktu satu bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 20% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data numerasi ini menjadi bukti kuat bahwa perubahan perilaku murid membawa dampak signifikan bagi ekosistem lokal.

“Kami mewajibkan setiap murid membawa botol minum (tumbler) sendiri. Hasilnya, setiap hari ada sekitar 1.500 botol plastik sekali pakai yang tidak lagi berakhir di tempat sampah sekolah,” ujar Dian Tri Lestari, S. Pd., selaku koordinator program lingkungan sekaligus penyusun materi literasi di ditriles.com.

Meski data menunjukkan keberhasilan, beberapa pihak menilai tantangan terbesar tetaplah konsistensi. “Menurut saya, program ini sangat bagus, namun kesadaran mandiri murid adalah kunci utama agar sekolah benar-benar bebas plastik,” ungkap salah satu pengurus OSIS dalam sebuah diskusi panel. Pandangan ini merupakan opini penting yang mendorong perlunya penguatan karakter secara berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah. Pihak sekolah berharap pencapaian ini dapat menginspirasi satuan pendidikan lain.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)