IDENTIFIKASI
IDENTITAS
- Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
- Fase/Kelas : D/IX
- Nama Penyusun : Dian Tri Lestari, S. Pd
- Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Mempawah Timur
- Semester : Ganjil
- Bab/Topik/Jenis Teks : Teks Deskripsi
- Alokasi waktu : 18 JP
DIMENSI PROFIL LULUSAN
ASESMEN AWAL (MENGECEK KARAKTERISTIK, ANALISIS KEBUTUHAN, DAN KEMAMPUAN)
Tujuan:
- Mengukur kemampuan literasi dasar (menangkap gagasan inti dari teks).
- Memetakan kemampuan menyampaikan opini (prasyarat untuk teks deskripsi dan pidato persuasif).
- Mengenal minat dan gaya belajar siswa.
Instrumen
Bagian Literasi: Membaca & Memahami (Data Kemampuan Kognitif)
| “Kawasan Waterfront Mempawah kini menjadi pusat interaksi warga. Namun, pemandangan indah sungai sering terganggu oleh tumpukan sampah plastik yang tersangkut di antara tanaman air. Botol-botol kemasan dan bungkus makanan tampak berserakan di sepanjang tepian, merusak estetika dan mencemari ekosistem sungai. Di sisi lain, beberapa sudut taman telah dilengkapi dengan tempat sampah terpilah yang memudahkan warga untuk membuang sampah pada tempatnya, menciptakan suasana yang lebih asri dan nyaman bagi siapa pun yang berkunjung.” Ini adalah kondisi salah satu pasar di Kabupaten Mempawah. Sumber: https://mempawahnews.com/2025/12/21/warga-keluhkan-tumpukan-sampah-di-pasar-sebukit-rama-mempawah/ Pertanyaan:Analisis Informasi: “Apa masalah utama yang digambarkan dalam teks tersebut, dan bagaimana kondisi tersebut memengaruhi perasaanmu saat melihatnya?” Analisis Solusi: “Menurut pengamatanmu di sekolah kita, apakah sudah tersedia fasilitas yang cukup untuk mengurangi sampah plastik? Jika kamu bisa mendesain satu area sekolah, bagaimana kamu akan mendeskripsikannya agar bebas dari sampah?” |
Strategi Pemetaan Diferensiasi
Pemetaan kemampuan siswa setelah asesmen diberikan:
| Kelompok | Profil Kesiapan Belajar | Tindakan Guru |
|---|---|---|
| Kelompok Eksplorator | Siswa baru mampu mengenali objek sampah secara visual (faktual), namun belum mampu mengaitkan dengan dampak lingkungan atau solusi. | Pendekatan scaffolding dan bantuan khusus oleh guru dan teman sejawat. |
| Kelompok Analis | Siswa mampu menjelaskan sebab-akibat sampah di lingkungan sekolah secara sederhana dan memahami alur deskripsi. | Pendekatan diskusi terbimbing. |
| Kelompok Inovator | Siswa mampu berpikir kritis, memberikan solusi (pemecahan masalah), serta memiliki kemampuan linguistik yang kuat untuk persuasi. | Pendekatan penugasan mandiri/inkuiri; Diberikan artikel/opini publik tentang isu lingkungan yang lebih kompleks |
DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN
| MenyimakPeserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. |
| Membaca dan MemirsaPeserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. |
| Berbicara dan MempresentasikanPeserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. |
| MenulisPeserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. |
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Peserta didik mampu mengidentifikasi objek, tujuan, dan informasi tersurat maupun tersirat dari teks deskripsi yang didengar atau dibaca dengan tepat.
- Peserta didik mampu menganalisis struktur (identifikasi, deskripsi bagian, simpulan) dan ciri kebahasaan (penggunaan kata sifat, kata konkret, kalimat perincian) yang membangun teks deskripsi.
- Peserta didik mampu menulis teks deskripsi sederhana sesuai dengan struktur teks.
PRAKTIK PEDAGOGIS
| Tahap | Strategi | Output yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Memahami | Diferensiasi konten melalui media visual dan teks deskriptif bertema lingkungan. | Pemahaman ciri teks deskripsi & pengayaan kosakata lingkungan. |
| Aplikatif | Diskusi terbimbing dan penugasan berjenjang berdasarkan kesiapan belajar. | Penguasaan struktur teks (identifikasi, bagian, simpulan). |
| Mengaplikasi | Observasi lingkungan sekolah langsung dan produksi kreatif sesuai minat. | Draf teks deskripsi tentang kebersihan lingkungan sekolah. |
| Merefleksi | Gallery walk dan penyusunan komitmen menjaga kebersihan sekolah. | Karya tulis yang apresiatif dan kesadaran menjaga lingkungan. |
LINGKUNGAN BELAJAR
- Untuk mempermudah kolaborasi selama sesi case-based learning, saya menata tempat duduk dalam formasi U dan/atau per kelompok di area yang disukai (menyesuaikan kondisi saat di lapangan).
- Saya menyediakan area khusus agar siswa bisa leluasa mengakses materi lewat ditriles.com serta menonton video lingkungan sebagai pemantik diskusi.
- Area taman, kantin, dan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di SMPN 1 Mempawah Timur sebagai ruang belajar nyata agar siswa dapat melakukan observasi langsung menggunakan panca indera.
KEMITRAAN
- Warga Sekolah (Unit Usaha Kantin dan Petugas Kebersihan): Kemitraan internal yang vital. Petugas kebersihan bertindak sebagai “sumber informasi” bagi siswa saat melakukan observasi lapangan mengenai jenis sampah terbanyak di sekolah, sementara pengelola kantin diajak berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Orang Tua / Wali Murid: Melibatkan orang tua dalam mendukung keberlanjutan pembiasaan lingkungan. Misalnya, memantau konsistensi siswa dalam memilah sampah di rumah dan memberikan apresiasi terhadap karya tulis deskriptif yang dibuat anak-anak mereka mengenai kebersihan lingkungan.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Pusat Belajar Mandiri: ditriles.com sebagai hub utama materi, video panduan, dan scaffolding.
- Media Sosial (Instagram/TIK TOK/Youtube): Penggunaan konten video lingkungan sebagai media influencer.
- Alat Evaluasi: Pemanfaatan kuis digital untuk mengetes pemahaman struktur teks pidato secara cepat dan interaktif di awal atau akhir sesi.
PENGALAMAN BELAJAR
Pertemuan 1 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi objek, tujuan, dan informasi tersurat maupun tersirat dari teks deskripsi yang didengar atau dibaca dengan tepat.
- Persiapan: Guru menyapa murid dengan hangat, mengajak berdoa bersama, dan memastikan kesiapan fisik serta mental murid.
- Pemantik: Guru menayangkan foto kontras di layar (contoh: Waterfront Mempawah saat bersih dan saat penuh sampah).
- Narasi Singkat: “Coba bayangkan, jika kalian ingin menceritakan keindahan tempat ini kepada orang asing yang belum pernah ke sini, apa yang harus kalian sebutkan agar dia seolah-olah bisa melihatnya langsung? Itulah fungsinya teks deskripsi.”
- Murid mengakses materi singkat di ditriles.com tentang apa itu teks deskripsi (Objek, Tujuan, dan Ciri).
- Permainan Detektif Kata: Guru membacakan satu paragraf deskriptif tentang kantin sekolah yang sangat detail. Murid diminta menutup mata dan membayangkan suasana tersebut.
- Murid duduk dalam formasi U. Guru memfasilitasi diskusi: “Mengapa kita perlu mendeskripsikan sesuatu? Apa bedanya menyebut ‘sampah itu kotor’ dengan menggambarkan ‘sampah plastik berserakan di sela tanaman air hingga menutupi hijaunya rumput’?”
- Murid dibagi berpasangan. Setiap pasangan diberikan satu objek fisik di kelas (misal: papan tulis, tempat sampah, atau satu tanaman di pot). Mereka berlatih menyebutkan 3 ciri fisik objek tersebut menggunakan panca indera (apa yang terlihat, terdengar, atau tercium).
- Murid menuliskan satu kalimat “deskripsi” yang menggambarkan objek favorit mereka di sekolah hari ini di sticky note atau papan tulis.
- Guru memberikan penguatan bahwa deskripsi yang baik adalah deskripsi yang membuat pembaca “merasakan” objek tersebut.
Asesmen Formatif (Formatif 1: Penilaian Antarteman/Self-Assessment)
Untuk memastikan proses ini menyenangkan dan tidak membebani, gunakan instrumen “Checklist Pelukis Kata”.
Instruksi: Berikan tanda centang jika kamu berhasil menemukan informasi berikut dari teks yang dibaca/didengar bersama tadi.
| Kriteria Berhasil | Sudah Bisa (Ya/Tidak) | Bukti (Tuliskan satu kata/kalimat) |
| Aku tahu apa objek yang dideskripsikan. | ||
| Aku bisa menyebutkan tujuan teks tersebut (mengapa objek itu dideskripsikan?). | ||
| Aku menemukan kata yang menggambarkan warna/bentuk (kata sifat). | ||
| Aku merasa “melihat” objek tersebut saat membaca teksnya. |
Pertemuan 2 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi objek, tujuan, dan informasi tersurat maupun tersirat dari teks deskripsi yang didengar atau dibaca dengan tepat.
- Guru menyapa dengan ceria dan mengajak murid berdoa.
- Guru memberikan satu kalimat deskripsi unik tentang benda di kelas, lalu murid menebak objeknya dalam 5 detik.
- Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
- Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini.
- Guru membagikan lembar kerja “Detektif Teks” sesuai dengan kelompok kemampuan (sesuai hasil pemetaan diferensiasi dalam asesmen awal).
- Murid membaca teks deskripsi yang diberikan.
- Murid mencocokkan pernyataan yang tersedia dengan isi teks: apakah itu Fakta (sesuai teks) atau Mitos (tidak sesuai teks).
- Guru berkeliling memberi bantuan bagi yang kesulitan (Belum Berkembang), memandu diskusi (Cakap), dan menantang analisis (Mahir).
- Memberi bantuan teknis bagi kelompok Belum Berkembang.
- Memandu diskusi bagi kelompok Cakap.
- Memberikan tantangan analisis bagi kelompok Mahir.
- Murid berdiskusi dengan teman sekelompok untuk memastikan jawaban mereka benar-benar ditemukan bukti kalimatnya di dalam teks.
- Guru melakukan konfirmasi secara klasikal. Guru membacakan pernyataan “jebakan”. Murid mengangkat kartu hijau jika itu Fakta, dan kartu merah jika itu Mitos.
- Murid merefleksi pembelajaran dengan menjawab pertanyaan berikut (tulis setelah jurnal refleksi):
- “Teks mana tersulit saat membedakan Fakta dan Mitos tadi?”
- “Saat menjadi detektif tadi, ciri kebahasaan teks deskripsi mana yang paling membantumu membayangkan objek tersebut dengan jelas? Mengapa?”
- “Mengapa penting bagi seorang penulis deskripsi untuk menuliskan detail yang benar (fakta) daripada hanya mengarang informasi yang tidak ada?”
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian semua murid dalam menyelesaikan misi.
- Guru mengingatkan murid untuk mengulangi memahami materi dari website : ditriles.com
- Guru menutup kelas dengan doa kafaratul majelis.
Pertemuan 3-5 – Tahap APLIKATIF – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menganalisis struktur (identifikasi, deskripsi bagian, simpulan) dan ciri kebahasaan (penggunaan kata sifat, kata konkret, kalimat perincian) yang membangun teks deskripsi.
- Guru membuka kelas setelah siswa siap belajar dan berdoa.
- Guru menyapa siswa dan melakukan review singkat tentang pertemuan sebelumnya menggunakan teknik flashback (satu kata kunci tentang teks deskripsi dari setiap murid).
- Guru menampilkan gambar sebuah objek yang familiar (misal: Perpustakaan SMPN 1 Mempawah Timur) yang sudah dipotong-potong bagian fotonya (bagian depan/pintu, suasana rak buku, dan kesan keseluruhan).
- Guru bertanya: “Jika sebuah teks deskripsi adalah sebuah rumah, bagian mana yang menjadi pintunya (identifikasi), ruang tamunya (deskripsi bagian), dan teras belakangnya (simpulan)?”
- Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
- Bedah Teks (Collaborative Learning): Murid diberikan teks deskripsi utuh tentang fasilitas sekolah (misal: Area Taman atau Ruang Lab).
- Siswa memotong teks tersebut menjadi paragraf-paragraf terpisah.
- Dalam kelompok (sesuai pemetaan: Eksplorator, Analis, Inovator), mereka menyusun kembali potongan tersebut ke dalam format struktur yang tepat pada kertas karton/tabel digital.
- Diferensiasi Proses:
- Kelompok Eksplorator: Diberikan teks dengan penanda warna untuk setiap struktur (identifikasi = kuning, dll).
- Kelompok Analis: Diberikan teks acak tanpa penanda, harus menentukan struktur berdasarkan analisis kalimat.
- Kelompok Inovator: Diberikan teks deskripsi yang strukturnya “kurang lengkap/rumpang” dan diminta memperbaiki atau melengkapinya agar lebih logis.
- Guru membimbing murid untuk menarik kesimpulan: “Mengapa struktur ini harus urut? Apa yang terjadi jika deskripsi bagian diletakkan di depan identifikasi?”
- Laboratorium Kebahasaan: Guru menyediakan “Kotak Kosakata” (bisa digital via padlet atau fisik) yang berisi daftar kata sifat, kata konkret, dan kalimat perincian.
- Misi Detektif Bahasa:
- Siswa membaca teks deskripsi tentang “Kantin Sehat Sekolah”.
- Mereka harus mencari dan menandai:
- Kata sifat: Untuk menggambarkan kondisi/emosi.
- Kata depan: Benda nyata yang ada di sana (misal: aroma gorengan, warna meja, tekstur bangku).
- Kalimat imaji: Kalimat yang menjelaskan secara detail (misal: “Kebersihannya sangat terjaga, lantai keramiknya selalu disapu dua kali sehari.”)
- Diferensiasi Produk:
- Kelompok Eksplorator: Mengisi tabel “Cari Pasangan” (mencocokkan benda dengan kata sifat yang tepat).
- Kelompok Analis: Menganalisis teks yang diberikan, lalu mengubah kalimat umum menjadi kalimat perincian yang lebih menarik.
- Kelompok Inovator: Menuliskan paragraf pendek tentang sudut sekolah favorit mereka dengan wajib kata sifat, kata depan, dan kalimat imaji dengan lengkap dan sesuai.
- Misi Detektif Bahasa:
- Murid membuat mind map sederhana di buku catatan tentang struktur teks deskripsi.
- Hasil tulisan Inovator ditempel di dinding kelas. Murid lain berjalan mengelilingi dan memberikan sticky note berisi komentar tentang “Bagian mana yang paling terasa hidup saat dibaca?”.
- Guru memberikan reward berupa poin partisipasi bagi kelompok yang paling cepat dan tepat menyusun “puzzle”.
- Guru memberikan penguatan tentang penggunaan diksi yang tepat dan pentingnya detail dalam teks deskripsi.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis.
Pertemuan 6-7 – TAHAP MENGAPLIKASI
Indikator Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menulis teks deskripsi sederhana sesuai dengan struktur teks.
- Guru menyapa siswa dengan hangat, mengajak berdoa bersama untuk keberkahan belajar, dan memastikan kesiapan fisik serta mental murid.
- Apersepsi & Motivasi: Guru menantang siswa: “Detektif sejati tidak hanya menduga, tapi mengamati dengan mata kepala sendiri. Hari ini, kita akan turun ke lapangan sebagai detektif lingkungan.”
- Guru menyampaikan bahwa hari ini murid akan belajar mengumpulkan bukti nyata (data) yang akan menjadi “bahan baku” utama untuk menulis teks deskripsi yang memikat.
- Guru membagikan Lembar Catatan Lapangan (LCL) yang berisi kolom panca indera (Visual, Auditif, Olfaktoris, Taktil).
- Murid berkelompok sesuai minat (area sekolah yang mereka pilih: taman, kantin, atau lapangan).
- Murid berkeliling selama 20-30 menit, mengumpulkan “bukti” tanpa menulis kalimat deskripsi terlebih dahulu, hanya fokus pada data panca indera.
- Diferensiasi:
- Kelompok Eksplorator: Panduan pertanyaan tertutup (misal: “Apa warna dominan di area ini?”).
- Kelompok Analis: Pengamatan hubungan sebab-akibat.
- Kelompok Inovator: Mencari sudut pandang unik/tidak biasa.
- Diferensiasi:
- Murid menukar catatan dengan kelompok lain untuk saling memberikan masukan tentang kejelasan data.
- Murid mengklasifikasikan data sesuai struktur (kerangka)
- Murid mengembangkan kerangka menjadi teks deskripsi lengkap (mandiri).
- Murid menyusun draf berdasarkan struktur (Identifikasi -> Deskripsi Bagian -> Simpulan)
- Murid menukar draft teks deskripsi dengan sesama anggota kelompok untuk saling memberikan masukan tentang kesesuaian penggunaan ciri kebahasaan dan ketepatan struktur teks.
- Diferensiasi:
- Kelompok Eksplorator: Guru dapat memberikan lembar scaffolding otomatis atau manual. Murid cukup menulis minimal satu paragraf yang terdiri atas:
- 1 kalimat identifikasi.
- 2 kalimat deskripsi bagian
- 1 kalimat kesan
- Kelompok Analis: Minimal terdiri atas 3 paragraf lengkap.
- Kelompok Inovator: Minimal terdiri atas:
- 1 paragraf identifikasi (minimal 2 kalimat)
- 1 paragraf deskripsi bagian (minimal 4 kalimat dengan 3 kalimat pencitraan berbeda)
- 1 paragraf kesan/kesimpulan (minimal 2 kalimat).
- Kelompok Eksplorator: Guru dapat memberikan lembar scaffolding otomatis atau manual. Murid cukup menulis minimal satu paragraf yang terdiri atas:
- Diferensiasi:
- Guru membimbing murid selama proses memproduksi teks.
- Murid menyajikan produk dalam gallery walk dan/atau dipamerkan ke Mading Digital di ditriles.com.
- Refleksi & Apresiasi: Murid saling membaca draf teman (peer review) dan memberikan sticky note berisi kalimat yang paling disukai.
- Guru menguatkan pentingnya detail dalam penulisan agar pesan tersampaikan dengan baik kepada pembaca.
- Guru menutup kelas dengan doa kafaratul majelis dan mengingatkan karya terbaik akan dipublikasikan.
Pertemuan Terakhir – TAHAP MEREFLEKSI
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu merefleksikan proses belajar, mengapresiasi karya teman, dan menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan.
- Guru menyapa murid, mengajak berdoa, dan memastikan suasana kelas tenang.
- Guru menampilkan kolase foto-foto murid saat melakukan observasi lapangan (Pertemuan 6) dan saat menulis di kelas (Pertemuan 7).
- Guru menjelaskan bahwa hari ini adalah sesi perayaan keberhasilan belajar dan sesi berbagi kesan.
- Gallery Walk (Pameran Karya):
- Teks deskripsi yang sudah selesai dipajang di sekeliling dinding kelas (atau diproyeksikan di IFP).
- Setiap murid diberikan 3 sticky note. Mereka berjalan keliling untuk membaca karya teman dan menuliskan apresiasi pada sticky note tersebut (misal: “Kalimatmu tentang kantin terasa sangat hidup!” atau “Deskripsimu membuatku ingin menjaga kebersihan taman”).
- Lingkaran Refleksi (Circle Time):
- Guru mengajak murid duduk melingkar di area yang nyaman (bisa di area taman sekolah atau formasi U).
- Guru melemparkan “Bola Refleksi” (bisa bola kertas/mainan). Murid yang memegang bola harus menjawab satu pertanyaan dari guru:
- “Bagian mana dari proses menulis teks deskripsi yang membuatmu merasa bangga?”
- “Apa hal tersulit saat membedakan fakta dan imajinasi?”
- “Bagaimana perasaanmu setelah melihat kondisi sekolah melalui kacamata seorang detektif (observasi)?”
- Penyusunan Komitmen Lingkungan:
- Karena teks deskripsi ini bertema kebersihan sekolah, setiap murid menulis satu “Janji” di selembar kertas berbentuk daun.
- Contoh: “Saya berjanji akan memilah sampah plastik di kantin mulai hari ini.”
- Daun-daun janji tersebut ditempelkan pada “Pohon Komitmen”.
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid bereksplorasi dengan kata-kata dan mengajak mereka untuk terus peka terhadap lingkungan sekitar melalui tulisan.
- Guru memandu murid untuk mengunggah karya terbaik mereka ke Mading Digital ditriles.com agar bisa dibaca oleh warga sekolah lainnya.
- Guru menutup kelas dengan doa kafaratul majelis, mengucap syukur atas proses belajar yang telah selesai, dan memberikan salam hangat.
ASESMEN PEMBELAJARAN
- TP 1 : Peserta didik mampu mengidentifikasi objek, tujuan, dan informasi tersurat maupun tersirat dari teks deskripsi yang didengar atau dibaca dengan tepat.
- Teknik Asesmen : Tes tertulis
- Rubrik : KLIK DI SINI MENUJU ASESMEN
- TP 2 : Peserta didik mampu menganalisis struktur (identifikasi, deskripsi bagian, simpulan) dan ciri kebahasaan (penggunaan kata sifat, kata konkret, kalimat perincian) yang membangun teks deskripsi.
- Teknik : Tes Tertulis (Analisis Berbasis Kelompok/Mandiri)
- Instrumen : Lembar Kerja “Detektif Teks”
- Rubrik penilaian: KLIK DI SINI MENUJU ASESMEN
- TP 3 : Peserta didik mampu menulis teks deskripsi sederhana sesuai dengan struktur teks.
- Teknik : Produk
- Rubrik : KLIK DI SINI MENUJU ASESMEN
Kriteria Ketercapaian Ketuntasan Minimal (KKTP)
Untuk menentukan ketuntasan murid, skor dari rubrik performa/unjuk kerja dikonversi menggunakan rumus berikut:
Nilai Akhir =( Skor yang diperoleh TP 1 + 2+ 3 / Skor maksimal) x 100%
Tabel Interval Ketuntasan Murid:
| Tujuan Pembelajaran (TP) | Belum Mencapai Ketuntasan (0-69) | Mencapai Ketuntasan (70-84) | Melampaui Ketuntasan (85-100) |
| TP 1: Mengidentifikasi objek, tujuan, dan informasi teks deskripsi. | Belum mampu mengidentifikasi objek dan tujuan teks deskripsi. | Mampu mengidentifikasi objek, tujuan, dan informasi teks dengan benar. | Mampu mengidentifikasi objek, tujuan, dan menyimpulkan informasi secara kritis. |
| TP 2: Menganalisis struktur dan ciri kebahasaan teks deskripsi. | Belum mampu membedakan struktur dan ciri kebahasaan. | Mampu menganalisis struktur dan ciri kebahasaan dengan bukti kalimat yang tepat. | Mampu menganalisis struktur dan ciri kebahasaan dengan bukti kalimat yang sangat detail dan logis. |
| TP 3: Menulis teks deskripsi sesuai struktur. | Tulisan belum sesuai struktur dan belum menggunakan ciri kebahasaan. | Tulisan sesuai struktur dan menggunakan ciri kebahasaan secara memadai. | Tulisan sangat sistematis, kreatif, dan kaya akan pencitraan (imaji). |
Tinggalkan Balasan