whatsapp image 2026 05 16 at 16.32.35

Deodorant Ketiak Sensitif

Deodorant Balm
whatsapp image 2026 05 16 at 16.32.36 (1)

Batu Tawas

whatsapp image 2026 05 16 at 16.32.35

Bye Ketiak Hitam! Menguji Kehebatan Deodorant Balm vs Batu Tawas Bebas Kimia

Ketika pake deo yang ada kandungan niacinamide, ada kandungan ini itu lah, dll, malah berujung keti tidak mulus sesuai harapan. Bahkan ada yang bikin bau badan. Ternyata salah pilih sedikit, kulit langsung protes, memicu hiperpigmentasi (ketiak hitam), atau bahkan terpapar zat kimia berbahaya seperti paraben yang ramai diperbincangkan sebagai pemicu kanker.

Ketika saya mulai menerapkan hidup minimalis, zero waste, dan sustainable, atau sejenisnya, algoritma saya menawarkan kedua jenis deo ini.

Bagi kita yang ingin beralih ke gaya hidup lebih sehat dan eco-friendly, Deodorant Balm dan Batu Tawas sering banget direkomendasikan karena bebas alkohol, paraben, maupun aluminium. Tapi, di antara keduanya, mana yang lebih nyaman dipakai sehari-hari dan tetap ampuh menahan bau? Mari kita ulas satu per satu!

Pada awalnya, saya mencoba menggunakan deodorant berbentuk balm. Kandungannya tentu bebas alcohol, bebas paraben, bebas aluminum, juga sudah BPOM. Teksturnya seperti ada butiran pasir halus lembut. Ketika dioles ke ketiak, agak susah ratanya. Saat itu saya pilih varian aroma sedap malam.

Dalam iklan, kandungan deo ini adalah virgin coconut oil, shea butter, beeswax, corn starch (maizena??), pure essential oil, sunflower oil, dan bicarbonate. Buat ngilangin bau, ya saya ngerasa sama aja. Lagipula saya tipe yang gak bau badan. Cuma pemakain kedua, kulit keti saya mengelupas dengan mudah. Kayak lagi pakai scrub. Pas digosok, saya pikir bakalan memutihkan sepeti efek pake AHA. Eh, malah bekas ngelupasnya menghitam dan mengkerut. Saya ingat efek ini waktu pernah pake bedak MBK.

Gara-gara bedak MBK inilah, kulit keti saya yang tadinya aman sentosa, jadi agak buram, begitu.

Makanya, saya sekarang jadi ribet nyari pengganti buat deo konvensional.

Trus, saya curiga, jangan-jangan saya sensitif sama kandungan baking soda (bicarbonate) atau essential oil. Soalnya, saya pernah search, bahan buat bikin deo alami itu pake baking soda dan essential oil.

Karena iritasi, saya stop pemakaian deodorant balm ini dan fokus buat menyembuhkan keti ini terlebih dahulu. Caranya, dengan petroleum jelly dan minyak zaitun. Terkadang dikasih pelembab.

Setelah itu, saya disarankan oleh AI, pake batu tawas atau tawas spray.

Pas cek di kolom review, ada yang gak cocok, ada juga yang cocok pakai tawas kristal. Saya juga takut tawas ini justru terlalu keras seperti bedak MBK.

Ngalor ngidul sama AI, kayaknya AI ngotot banget agar saya pake tawas atau magnesium. Akhirnya check out lah itu batu tawas dan spray nya sekalian.

Untuk yang spray, meskipun pilih varian yang ori, masih ada kandungan pewanginya.

Jadi, dengan hati-hati, saya gunakan batu tawas. Caranya, dibasahi permukaannya, trus dioles di keti yang kering.

Alhasil!

BERHASIL. ALHAMDULILLAH.
Ketiak saya kering seharian. Gak bikin bau. Gak iritasi.

Sekarang sebagai orang yang baru mulai hidup sustainable, saya akan beralih ke batu tawas ini. Deo yang lama (padahal masih baru banget), begitu juga deodorant balm, akhirnya saya buang.

Karena tujuan saya, hidup dengan barang-barang halal, natural, minim risiko, dan minim perawatan adalah katagori utama saya dalam menggunakan suatu produk kosmetik datau skin care harian.

Untuk itu, kalo saya bepergian, batu tawas ini sebagai penganti deodorant sejak 38 tahun saya hidup. Lagipula sepertinya ini bakalan gak habis berbulan-bulan. Justru lebih hemat. Malamnya, baru dirawat pake produk pemutih seperti niacinamide atau hyaluric acid.

So, bagi kamu yang pengen gak bau badan tapi kulit keti mudah sensi, bisa coba alternatif ini.

whatsapp image 2026 05 16 at 16.32.36
whatsapp image 2026 05 16 at 16.32.19
whatsapp image 2026 05 16 at 16.32.35

Comments

One response to “Deodorant Ketiak Sensitif”

  1. Avatar fkguygepvl

    ptkwrowxzfqdddydqxqdufezlsxsyy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *