FARDHU KIFAYAH (PENYELENGGARAAN JENAZAH)
PERLENGKAPAN
A. PERLENGKAPAN APD (Alat Pelindung Diri) Level 2
- Apron biasa/tangan panjang disposible (S)
- Sarung tangan latex (2 Lapis) (S)
- Sarung tangan panjang RT (R)
- Gown/Seragam medis (R)
- Masker medis/N95 (S)
- Face shield/kaca mata google (R)
- Mantel sepatu/Sepatu boot (R)
- Kantong plastik limbah hitam (R) dan kuning (S)
- Handsanitizer dan Alkohol
- Nurse cap (penutup kepala) (R)
- Note:
- (R) = reuse (boleh dipakai kembali setelah proses dicuci lagi)
- (S) = single use (tidak boleh dipakai kembali)
A) TAHAP PEMASANGAN DAN PELEPASAN APD
❖ Tahap Pemasangan APD
(Catatan: Apa yang dipasang di awal/dilepas di akhir? Pemasangan cuci tangan 1x, pelepasan cuci semua)
- Cuci tangan menggunakan sabun atau membersihkan dengan hand sanitizer
- Pakai sepatu boot atau mantel sepatu
- Pakai gown/seragam medis
- Pakai apron disposable
- Pakai masker
- Pakai nurse cap (jilbab sudah bisa menutupi kepala)
- Pakai face shield atau kaca mata google
- Pakai sarung tangan latex 2 lapis (masukan lengan gown ke dalam sarung tangan)
- Pakai sarung tangan panjang (Gunakan punggung tangan)
❖ Tahap Pelepasan APD
- Bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer
- Lepas sarung tangan panjang lalu semprot dengan alkohol. Masukan ke kantong hitam (reuse)
- Bersihkan kembali tangan menggunakan hand sanitizer
- Lepas sarung tangan latex. Masukan ke kantong kuning (single use)
- Bersihkan kembali tangan menggunakan hand sanitizer
- Lepas face shield atau kaca mata google lalu semprot dengan alkohol. Masukan ke kantong hitam (reuse)
- Bersihkan kembali tangan menggunakan hand sanitizer
- Lepas nurse cap lalu semprot dengan alkohol. Masukan ke kantong hitam (reuse)
- Bersihkan kembali tangan menggunakan hand sanitizer
- Lepas masker. Masukan ke kantong kuning (single use)
- Bersihkan kembali tangan menggunakan hand sanitizer
- Lepas apron. Masukan ke kantong kuning (single use)
- Bersihkan kembali tangan menggunakan hand sanitizer
- Lepas gown lalu semprot dengan alkohol. Masukan ke kantong hitam (reuse)
- Bersihkan kembali tangan menggunakan hand sanitizer
- Lepas sepatu boot lalu semprot dengan alkohol. Masukan ke kantong hitam (reuse)
- Bersihkan kembali tangan menggunakan hand sanitizer

B. PERLENGKAPAN KAIN KAFAN
- Kain Kafan (Biasa/Drill)
- 3 Meter Tali Rapia untuk mengukur tubuh jenazah
- 2 Buah Gunting besar
- 1 Buah gunting kecil
- 4 Buah jarum jahit ukuran besar
- Benang warna putih
- 100 gram Kapur Barus (yang sudah dihaluskan)
- 100 gram Kapas (dibuat menjadi 9 bagian)
- a) 1 buah ukuran 20×20 untuk wajah
- b) 2 buah ukuran 10×10 untuk telapak tangan
- c) 2 buah ukuran 10×10 untuk ketiak
- d) 2 buah ukuran 10×10 untuk lutut
- e) 1 buah ukuran 40×20 untuk kaki
- f) Sisanya untuk Cawat
- Wewangian:
- a) Minyak Wangi non alkohol
- b) Bubuk Gaharu
- Sisir
- Tikar
C. PERLENGKAPAN PEMANDIAN JENAZAH
- 1 tadahan tangan daun Bidara (ambil air remasannya)
- 200 gram Kapur Barus ditumbuk sampai halus
- 3 buah Baskom besar (diisi air bersih + air remasan daun bidara)
- 1 buah ember (diisi 5 gayung + kapur barus yang sudah ditumbuk)
- 2–4 buah Gayung
- Sabun Mandi (batangan/cair)
- Sampo/langer (sebagai shampo)
- Washlap disposable/kain
- 2 buah handuk ukuran sedang
- 3 lembar kain jarik
D. PERLENGKAPAN CEK FISIK JENAZAH
- Gunting kuku (jika kuku jenazah ada yang digunting harus dikubur)
- Cotton bud
- Kassa dan Plester (untuk penanggulangan luka)
E. KAIN KAFAN JENAZAH
KAIN KAFAN KHUSUS PEREMPUAN TERDIRI DARI 5 ITEM
- 2 Kain dasar
- 1 Jilbab
- 1 Sarung
- 1 Jubah (Palingya: Hamnah. Lengkap 3. Untuk kecal 50/60 cm)
CARA MENGUKUR KAIN KAFAN

Gunakan tali rapia untuk mengukur dari kepala bawah jenazah sampai ke tumit dan tambahkan 2 jengkal tangan.
CARA MEMOTONG KAIN KAFAN BAHAN STANDAR 13 METER
- Untuk 2 kain dasar + Tali kafan
- a. Tali rapia yang tadi sudah diukur sebagai ukuran untuk pemotongan kain kafan, buat menjadi 4 bagian.
- b. Susun ke 4 bagian kemudian ambil salah satu sisi kira-kira 3 jari tangan ke arah dalam dan potong (untuk pembuatan tali kafan) dan sisa keempat bagian tersebut dijahit ketemukan yang berserabudengan yang berserabut (bekas potongan atau guntingan) jadilah dua kain dasar.
- Ukuran Tali kafan:
- Satu tali utuh : 1 lembar
- untuk bagian bahu
- Setengah : 2 lembar
- untuk bagian paha
- untuk bagian betis
- 3/4 : 2 lembar
- untuk bagian dada
- untuk bagian perut
- 1/4 : 2 lembar
- untuk bagian di atas kepala
- untuk bagian di bawah kaki
- Satu tali utuh : 1 lembar

(Catatan keterangan pada gambar di bagian jumlah tali utas yang telah dipotong dari 4 tali awal (dari bagian sisi panjang kain dasar) terdapat kesalahan. Jumlah tali utas seluruhnya adalah 7. Digunakan untuk bagian atas kepala, bahu, dada, perut, paha, betis, dan di bawah kaki)

- Untuk Jilbab: Ukuran 90 cm x 90 cm. Bentuk segitiga sama sisi kemudian gunting.
- Untuk Sarung: Ukuran sarung ukuran 90 cm x 150 cm untuk BB dibawah 70 kg. Jika di atas itu, boleh lebih panjang, yaitu 90 x 200 cm.
- Untuk Jubah: Ukuran 90 x 200 cm. (minimal)
- Mengukur sisa kain kafan yang tersedia.
- 1m bagian depan dan 1m bagian belakang. Jadi total kain yang dibutuhkan 2 meter.
- Cara pembuatannya: Lipat kain tersebut, kemudian lipat kembali, lalu cari bagian yang tertutup, kemudian gunting sedikit, lalu rentangkan, gunting 13 cm sisi kiri, sisi kanan, dan sisi depan.
- Jika ada ekstra kain digunakan untuk membuat cawat dan washlap.


CARA MEMOTONG KAIN KAFAN BAHAN DRIL
Ukuran 1,5 m x 10 m
- Tali rapia yang tadi sudah diukur sebagai ukuran untuk pemotongan kain kafan, buat menjadi 2 bagian (karena bahan drill ini lebar kain dasar tidak perlu dijahit).
- Untuk jilbab: Ukuran jilbab 1,5 x 1,5 m. Bentuk segitiga sama sisi kemudian gunting.
- Untuk Sarung: Ukuran sarung 1,5 x 1 m. Potong sepanjang 1 m.
- Untuk Jubah: Ukuran jubah (2 x 1,5 m)
- Untuk pengambilan utusan tali kafan, pengambilan dilakukan dengan cara mengambil dari sisi kain sebanyak 4 atau 5 utas tergantung pada panjangnya kain jubah. Perbedaan dengan tali utas di bahan kain standar, diambil dari kain dasar.
- Jika panjang jubah 2,5 m, maka ambil 4 utas tali kafan & dibagi menjadi 7 bagian:
- 1\4 untuk bagian kepala
- 1 utuh untuk bagian bahu
- 3\4 untuk bagian dada
- 3\4 untuk bagian perut
- 1\2 untuk bagian paha
- 1\2 untuk bagian betis
- 1\4 untuk bagian kaki
- Jika panjang jubah hanya 2 m, maka ambil 5 utas tali kafan & dibagi menjadi 7 bagian:
- 1\4 untuk bagian kepala
- 1 utuh untuk bagian bahu
- 1 utuh untuk bagian dada
- 1 utuh untuk bagian perut
- 3\4 untuk bagian paha
- 3\4 untuk bagian betis
- 1\4 untuk bagian kaki
PENYUSUNAN KAIN KAFAN
- Tikar
- Tali Kafan (kepala, bahu, dada, perut, paha, betis, kaki)
- Kain dasar pertama (taburi bubuk gaharu + taburi kapur barus + minyak wangi)
- Catatan: Jika menggunakan kain yang dijahit arah jahitan menghadap ke bawah
- Kain dasar kedua (taburi bubuk gaharu + minyak wangi)
- Catatan: Jika menggunakan kain yang dijahit arah jahitan menghadap ke atas
- Jilbab (taburi bubuk gaharu + taburi kapur barus + minyak wangi)
- Catatan: Peletakan jilbab 1 jengkal lebih ke bawah jika tidak berjahit dari batas kain dasar baik jilbab syar’i maupun jilbab biasa.
- Keterangan: Namun jika all size dan berjahit maka diletakkan 5 jari lebih ke bawah atau sejajar dengan batas kain dasar.
- Jubah (taburi bubuk gaharu + taburi kapur barus + minyak wangi)
- Catatan: bagian depan / dada jubah digulung ke atas
- Sarung (taburi bubuk gaharu + taburi kapur barus + minyak wangi)
- Cawat / kapas
- Catatan: Cawat tidak diberi minyak wangi hanya bubuk gaharu dan kapur barus.
- Keterangan: Kain bawah ditarik di sebelah kiri.

F. CARA MEMANDIKAN JENAZAH
(Orang yang berhak memandikan jenazah: Muhrim, isteri, suami, dst-nya)
- Buka kain jarik 1.
- Melemaskan tangan kiri dan kanan (jika tangan sudah dalam keadaan bersekap dan kaku jangan dipaksakan).
- Gunting pakaian jika masih menggunakan pakaian (jangan lupa tetap ijin kepada pihak keluarga).
- Istinja’ dibersihkan tanpa harus bag/ perlahan.
- Wudhu izin dulu ke keluarga (gunakan sarung tangan).
- Keramas.
- Sirami badan jenazah mulai dari sisi kanan dilanjutkan sisi kiri.
- Sabuni jenazah dari bagian depan kanan dilanjutkan menyubuni bagian belakang dengan cara memiringkan jenazah kemudian dilanjutkan proses pembilasan dengan cara menyirami badan jenazah (pastikan sabun pada jenazah sudah dibersihkan ketika disiram). Penyinraman dilakukan ketika tubuh jenazah posisi miring.
- Hal yang sama dilakukan pada bagian kiri.
- Poin 8-9 baru terhitung satu kali siraman.
- Siraman kedua dilakukan dengan posisi badan jenazah terlentang.
- Catatan: Sebelum menyiram pada siraman kedua hendaknya menyiram kain jarik terlebih dahulu agar kain jarik bebas dari sabun, hal ini dilakukan agar badan dari jenazah tidak banyak sabun yang menempel.
- Pada siraman ketiga pastikan badan jenazah atau bersih maka siraman ketiga bisa menggunakan air kapur barus mulai dari kepala sampai kaki. (Penyiraman & pembersihan)
- Keringkan rambut jenazah dengan cara membungkusnya menggunakan handuk.
- Kemudian pada bagian tubuh jenazah cukup dengan cara menepuk atau menekankan menggunakan handuk.
- Selesai lanjut ke pengkafanan.
G. TATA CARA MENGKAFANI JENAZAH
- Letakkan jenazah pada kain kafan yang sudah disusun.
- Lepaskan 1 kain jarik.
- Memasang cawat.
- Ketika pemasangan cawat kaki di renggangkan terlebih dahulu.
- Caranya: Cawat yang sudah di isi kapas di dalamnya & kemudian rentangkan tali cawat ke perut jenazah samping selanjutnya tarik dan tempekkan pada kemaluan kemudian ikat tali cawat pada sisi kanan & kiri dan rapatkan kaki jenazah.
- Tempelkan kapas ke 2 telapak tangan, 2 ketiak, 2 lutut dan kaki.
- Memasang sarung.
- Catatan: Dimulai dari kanan ke kiri kemudian dilanjutkan dari kiri ke kanan.
- Caranya: Ditarik lalu selipkan, tangan berada di luar sarung. (Catatan tambahan: Jika jenazah huruji, tarik kain atas dan bawah).
- Memasang jubah.
- Catatan: Setelah jubah di turunkan maka kain jarik di lepaskan secara perlahan temukan ujung dengan ujung pada jubah kemudian gulung ke arah dalam dan selipkan kemudian letakkan kapas pada kaki jenazah. (PENTING: TANYAKAN KEPADA KELUARGA DUKA MAU DISEDEKAP ATAU DILURUSKAN, JIKA PANJANG MAKA KEPANG RAMBUT JENAZAH MENJADI 3 BAGIAN KEMUDIAN SATUKAN DAN SELIPKAN DIBAWAH KEPALA JENAZAH).
- Letakkan kapas pada bagian kaki.
- Menyisir rambut.
- Kepang itu opsional tergantung rambut jenazah panjang atau tidak.
- Memasang jilbab.
- Membungkus kain kafan.
- Pasang kain dasar ke2 dari sisi kanan mayyit ke kiri, kemudian kiri ke kanan rapikan.
- Pasang kain dasar dari sisi kanan mayyit ke kiri, kemudian kiri ke kanan rapikan.
- Ikat tali kafan di sebelah kiri mayyit, simpul hidup.
- Menutup wajah.
- Catatan: Peletakan kapas di bagian wajah nanti, setelah keluarga sudah membolehkan untuk menutupnya. (kapas untuk bagian wajah finishing).
H. SHOLAT JENAZAH
- POSISI JENAZAH: Jenazah berada dihadapkan kiblat dengan posisi kepala di sebelah kanan imam dan jika jenazah seorang perempuan maka posisi imam berada di tengah-tengah jenazah/bagian perut jenazah.
- Catatan: Diutamakan membuat 3 shaf.
- SHOLAT JENAZAH:
- a) Niat (cukup didalam hati tanpa perlu dilafadzkan)
- b) Rakaat pertama takbir kemudian membaca (taawudz, basmalah, Al-fatihah)
- c) Rakaat kedua takbir kemudian membaca shalawat Nabi (bacaan pada tasyihat akhir)
- d) Rakaat ketiga: akhir, kemudian membaca doa (Allahummaghfir lahua warham ha awa ‘aafiiha wa’fuanhaa)
- e) Rakaat keempat: Takbir kemudian membaca doa (Allahumma laa tahrimnaa ajraha wa laa taftinnaa ba’daha waghfir lanaa wa laa) / Salam (boleh hanya sekali saja)
Jika tidak hafal berhenti sejenak.

⚠️ WARNING / TIDAK UNTUK DIPUBLIKASIKAN!!!
- Tanpa Sejlin dari:
- Pemateri (Vera Ummu Cece Aqilah)
- Tim FK Ummu Athiyyah Al Anshoriah Tayan
TATA CARA PEMULASARAAN JENAZAH JANIN, BAYI, BALITA, DAN ANAK-ANAK
Catatan Penting: Sebelum melakukan proses pemulasaraan jenazah pada janin, bayi, balita, dan anak-anak, hal utama yang harus dilakukan adalah membangun rasa empati kepada keluarga duka (orang tuanya), karena kehilangan anak merupakan ujian yang sangat berat bagi mereka.
1. PEMULASARAAN JENAZAH JANIN
A. Pengertian & Ketentuan Umum
- Pengertian: Janin yang meninggal di dalam kandungan ibu dalam kondisi belum siap dilahirkan atau belum cukup bulan.
- Kategori Jenazah Janin:
- Janin Kecil (Usia 4–7 Bulan): Kondisi tubuh menyusut, kulit lembek, tulang rapuh, dan berwarna merah keabuan.
- Janin Besar (Usia 8–9 Bulan): Kulit lembek, tulang rapuh; jika mendekati usia lahir, kulit mengelupas dan kepala lembek berisi cairan.
- Ketentuan Pemulasaraan:
- Usia kandungan 4 bulan ke atas: Dilakukan pemulasaraan.
- Usia kandungan di bawah 4 bulan: Langsung dikuburkan tanpa pemulasaraan.
B. Perlengkapan Kain Kafan
- Kain Dasar (3 Lembar):
- Panjang: Tinggi janin + 10 cm.
- Lebar: 3 × lebar janin.
- Kapas:
- Janin Kecil: 2 lembar kapas seukuran kain dasar yang dikecilkan (dipasang pada bagian atas dan bawah tubuh).
- Janin Besar: 9 bagian kapas (seperti pembagian jenazah dewasa berukuran kecil) dan bagian bokong sebagai cawat.
- Ditaburi bubuk gaharu.
- Tali Utasan:
- Panjang utasan sama dengan lebar kain dasar.
- Janin Kecil: 3 utasan (bagian kepala, tengah, kaki).
- Janin Besar: 4 utas tali (3 dibiarkan utuh, 1 dibagi 2 untuk bagian kepala dan kaki).
C. Tata Cara Penyusunan Kain Kafan
- Bentangkan 3 tali utasan di bagian bawah.
- Susun Kain Dasar 1, 2, dan 3 secara berurutan (setiap lembar ditaburi bubuk gaharu, minyak wangi, dan kapur barus).
- Posisi Kapas:
- Janin Kecil: Kapas \(\rightarrow\) Janin \(\rightarrow\) Kapas.
- Janin Besar: Diletakkan pada 9 bagian (wajah, ketiak, tangan, lutut, kaki, dan cawat).
D. Tata Cara Pemandian
- Siapkan 1 gayung air perasan bidara dan 1 gayung air kapur barus.
- Siraman ke-1: Siram air perasan bidara pada sisi kanan, lalu sisi kiri jenazah.
- Siraman ke-2: Siram air perasan bidara pada sisi kanan, lalu sisi kiri jenazah.
- Siraman ke-3: Siram air kapur barus pada sisi kanan, lalu sisi kiri jenazah.
- Keringkan janin perlahan menggunakan handuk.
- Catatan Khusus: Cukup dilakukan penyiraman saja (tidak digosok/disabuni) karena kulit janin rentan mengelupas. Tindakan istinja dan wudhu ditiadakan untuk menghindari kemudharatan.
E. Tata Cara Pengkafanan
- Baringkan janin di atas susunan kain kafan.
- Pasang kapas sesuai kategori (pada janin kecil, kapas bagian wajah dipasang paling akhir setelah keluarga melihat jenazah).
- Balutkan kain dasar dari sisi kanan ke kiri secara berurutan pada ketiga lembar kain.
- Pengikat Tali Utasan:
- Janin Kecil: 3 ikatan (bagian bawah, tengah, kepala).
- Janin Besar: 5 ikatan (bagian kaki, lutut, perut, dada, kepala).
- Catatan: Berikan tanda atau simpul khusus pada utasan kepala agar mudah membedakan posisi kepala dan kaki.
2. PEMULASARAAN JENAZAH BAYI
A. Pengertian
- Jenazah Bayi: Bayi yang meninggal setelah dilahirkan (sempat hidup), baik lahir cukup bulan maupun tidak cukup bulan.
B. Perlengkapan Kain Kafan
- Kain Dasar (3 Lembar):
- Panjang: Tinggi bayi + 1 hingga 1,5 jengkal.
- Lebar: 3 × lebar bahu ke bahu (minimal 2,5 × lebar bahu).
- Tali Utasan (5 Ikatan):
- Dibuat dari 4 utas tali seukuran lebar kain dasar (3 utuh, 1 dibagi 2 untuk kepala dan kaki).
- Kapas (9 Bagian):
- Ditempatkan pada wajah, ketiak, tangan, lutut, kaki, dan bokong (seperti pada jenazah dewasa).
C. Tata Cara Penyusunan Kain Kafan
- Susun 5 tali utasan di bagian dasar.
- Gelar Kain Dasar 1, 2, dan 3 (masing-masing ditaburi bubuk gaharu, minyak wangi, dan kapur barus).
- Siapkan kapas cawat pada bagian bokong.
D. Tata Cara Pemandian
- Siapkan air bidara, air kapur barus, sabun, sampo, dan handuk.
- Jagalah aurat bagian vital agar tetap tertutup (penyiraman dilakukan di atas kain).
- Lakukan istinja, wudhu, dan keramas pada rambut.
- Basahi tubuh jenazah, lalu sabuni dari sisi kanan kemudian sisi kiri.
- Siraman ke-1: Siram dan bersihkan secara perlahan dari sisi kanan lalu kiri.
- Siraman ke-2: Siram dari sisi kanan lalu kiri (pastikan tubuh sudah bersih/keset).
- Siraman ke-3: Siram air kapur barus dari bagian kepala, wajah, hingga seluruh tubuh (sisi kanan lalu kiri).
- Keringkan tubuh bayi menggunakan handuk.
E. Tata Cara Pengkafanan
- Pasang kapas pada bokong dan 7 titik lainnya (ketiak, tangan, lutut, kaki).
- Lipat kain dasar dari sisi kanan ke kiri, lalu kiri ke kanan secara bergantian hingga lembar ketiga.
- Persilakan keluarga melihat wajah jenazah sebelum kapas bagian wajah dipasang.
- Pasang kapas wajah, bungkus seluruhnya, lalu ikat 5 tali utasan dengan rapi.
3. PEMULASARAAN JENAZAH BALITA DAN ANAK-ANAK
A. Pengertian & Ketentuan Umum
- Kategori: Balita dan anak-anak yang meninggal pada usia 1 tahun hingga usia PAUD/TK.
- Petugas: Disarankan dilakukan oleh petugas laki-laki atau orang tua jika jenazahnya laki-laki.
B. Cek Fisik & Penutupan
- Lakukan pemeriksaan fisik pada jenazah.
- Tutup tubuh jenazah menggunakan kain jarik sesuai kebutuhan.
C. Perlengkapan & Pemotongan Kain Kafan
- Kain Dasar (2 Lembar):
- Panjang: Tinggi anak + 1,5 hingga 2 jengkal.
- Lebar: 2,5 hingga 3 × lebar bahu ke bahu.
- Jilbab (Jika Perempuan): Ukuran 90 × 90 cm.
- Sarung (1 Lembar):
- Panjang: Pinggang hingga mata kaki.
- Lebar: 2,5 hingga 3 × lebar pinggang.
- Jubah (1 Lembar):
- Panjang: Diukur dari bahu (menyentuh lantai belakang) sampai lutut, lalu dikalikan 2 (untuk bagian depan dan belakang).
4. TATA CARA SHOLAT JENAZAH ANAK (JANIN, BAYI, BALITA, DAN ANAK-ANAK)
- Niat: Berniat dalam hati (tidak perlu dilafazkan).
- Takbir Pertama: Membaca Ta’awudz, Basmalah, dan Surah Al-Fatihah.
- Takbir Kedua: Membaca Shalawat Nabi.
- Takbir Ketiga: Membaca doa khusus untuk jenazah anak: \[\text{اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا}\] Artinya: “Ya Allah, jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala, pendahulu, dan pahala bagi kami.” (HR. Bukhari).
- Salam.
Tinggalkan Balasan