biru dan hijau ilustrasi kutipan desktop wallpaper

Teks Cerpen

IDENTIFIKASI

gemini generated image pki9t1pki9t1pki9

Asesmen Awal

Teknik yang digunakan : Kuis singkat.
Berikut penjabaran tes untuk mengecek pemahaman awal dan untuk pemetaan diferensiasi siswa.

  • Cek Pemahaman (Kognitif): Cukup berikan 3 pertanyaan “Benar atau Salah” untuk melihat logika dasar mereka:
    • Benar/Salah: Cerpen yang bagus adalah cerpen yang hanya menceritakan kejadian sehari-hari tanpa ada konflik/masalah di dalamnya.
    • Benar/Salah: Watak tokoh dalam cerita hanya bisa diketahui jika penulis menuliskan sifatnya secara langsung (misal: “Budi adalah anak yang malas”).
    • Benar/Salah: Mengubah curhatan pribadi menjadi cerpen berarti kita harus menambahkan unsur latar dan dialog agar cerita lebih hidup.
  • Cek Kesiapan Menulis (Diferensiasi): Guru meminta murid memberikan kode jari atau memilih opsi:
    • Opsi 1 (Tangan Mengepal): “Aku masih bingung bedanya unsur-unsur dalam cerita dan belum pernah menulis cerita sama sekali.” (Kategori Layak)
    • Opsi 2 (Dua Jari/V): “Aku tahu unsur cerpen, tapi masih bingung kalau harus membuat kalimat dialog sendiri.” (Kategori Cakap)
    • Opsi 3 (Lima Jari): “Aku paham unsur cerpen dan hobi menulis atau bercerita tentang pengalamanku.” (Kategori Mahir)
      • Tindak Lanjut untuk Guru:
      • Jika banyak yang memilih Opsi 1: Guru perlu lebih banyak memberikan contoh (stimulasi) di pertemuan 1 dan 3.
      • Jika banyak yang memilih Opsi 3: Guru bisa langsung menantang mereka untuk menulis lebih dari 3 halaman pada pertemuan 5.

DESAIN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran

  • Murid menganalisis unsur intrinsik (tema, alur, tokoh, watak, latar, amanat) serta unsur ekstrinsik (nilai sosial, budaya, moral) dari teks cerpen yang disimak atau dibaca.
  • Murid menginterpretasi dan mengevaluasi tema, tokoh, serta hubungan antar tokoh dalam berbagai cerpen visual atau audiovisual, untuk mengungkapkan kepedulian atau pandangan kritis.
  • Murid menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi secara logis, kreatif, dan menarik dengan memanfaatkan unsur intrinsik secara tepat.

PRAKTIK PEDAGOGIS

LINGKUNGAN BELAJAR

Kelas disusun dalam kelompok kecil yang kolaboratif dan kondusif. 

Suasana belajar dibuat menyenangkan, menantang rasa ingin tahu, serta memberi ruang aman bagi setiap murid untuk berpendapat dan mempresentasikan hasil penemuan.

Media pembelajaran berupa teks atau video digunakan untuk mendukung eksplorasi dan keterlibatan aktif murid.

PEMANFAATAN DIGITAL

Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk memperluas akses bahan bacaan, memperkaya pengalaman literasi digital, dan memfasilitasi publikasi karya siswa.

  • Platform Pembelajaran: Materi pembelajaran, video panduan, dan contoh cerpen disajikan melalui ditriles.com  agar siswa dapat belajar mandiri di dalam maupun luar kelas. Platform ini diakses menggunakan Interactive Flat Panel (IFP).
  • Sumber Digital Sastra: Siswa membaca dan menganalisis cerpen dari situs-situs sastra daring atau e-book interaktif, serta membandingkan unsur dan gaya penulisnya yang diakses menggunakan Interactive Flat Panel (IFP).
  • Media Produksi Cerpen: Siswa menulis dan menyunting cerpen menggunakan Google Docs agar memudahkan kolaborasi dan umpan balik dari guru atau teman sejawat.
  • Publikasi dan Apresiasi Karya: Karya terbaik diunggah di Ruang Karya Digital Sekolah, disertai resensi singkat atau rekaman audio pembacaan cerpen menggunakan aplikasi Vocaroo atau Canva Video sebagai bentuk ekspresi literasi modern. Pameran diakses menggunakan Interactive Flat Panel (IFP).

PENGALAMAN BELAJAR

Pertemuan 1 dan 2 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter

Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu menganalisis unsur intrinsik (tema, alur, tokoh, watak, latar, amanat) serta unsur ekstrinsik (nilai sosial, budaya, moral) dari teks cerpen yang disimak atau dibaca.

  • Guru menyapa murid dengan hangat dan melakukan pengecekan kesiapan belajar.
  • Apersepsi (Menghubungkan dengan pengalaman murid): Guru menayangkan gambar singkat/ilustrasi situasi konflik ringan dalam kehidupan sehari-hari (misal: teman tersinggung, perbedaan pendapat di rumah, atau kejadian kecil yang punya nilai moral).
  • Lalu guru bertanya:
    • “Pernah nggak kalian mengalami situasi seperti ini?”
    • “Menurut kalian, kalau dibuat cerpen, bagian mana yang paling penting dari cerita itu?”
  • Guru memutar cuplikan audio cerpen ± 40 detik dan menghentikannya di tengah.
  • Guru bertanya:
    • “Menurut kalian, tokohnya tipe orang seperti apa?”
    • “Kalau dilihat dari suasana, kira-kira cerpen ini mau mengarah ke pesan apa?”
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Guru menyampaikan manfaat pembelajaran.

Pertemuan 3 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter

Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menginterpretasi dan mengevaluasi tema, tokoh, serta hubungan antar tokoh dalam berbagai cerpen visual atau audiovisual, untuk mengungkapkan kepedulian atau pandangan kritis.

  • Guru menyapa murid dan melakukan pengecekan kesiapan.
  • Guru mengaitkan pemahaman unsur intrinsik dari Pertemuan 1 dengan materi hari ini.
  • Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
    • Tujuan: Murid mampu menilai tema dan hubungan antar tokoh dalam cerpen audiovisual untuk mengungkapkan pandangan kritis.
    • Manfaat: Melatih kepekaan sosial (empati) dan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah menilai seseorang hanya dari permukaannya saja.

Pertemuan 3 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pertemuan 4 – TAHAP APLIKATIF – Pengetahuan Aplikasi

Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi secara logis, kreatif, dan menarik dengan memanfaatkan unsur intrinsik secara tepat.

  • Guru dan murid saling menyapa dan memulai pembelajaran dengan berdoa.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat aktivitas pembelajaran hari ini untuk bekal pertemuan selanjutnya.
  • Guru melempar umpan pada murid: 
    • “Anak-anak, siapa di sini yang tadi pagi merasa kesal karena sesuatu? Entah karena bangun kesiangan, sarapannya habis, atau macet di jalan?”
    • “Nah, kalau kalian cerita ke teman, biasanya cuma bilang: ‘Tadi aku telat, kesel deh.’ Benar kan? Itu namanya curhat biasa.”
    • “Tapi, coba kalau kalimatnya diganti jadi: ‘Napasku tersengal, mataku terus melirik jam tangan yang seolah mengejek langkah kakiku yang gontai. Pintu gerbang itu tertutup rapat, sedingin hatiku saat ini.’

Pertemuan 5 – TAHAP MENGAPLIKASI

Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi secara logis, kreatif, dan menarik dengan memanfaatkan unsur intrinsik secara tepat.

  • Guru mempersiapkan murid untuk belajar.
  • Murid mengingat kegiatan pembelajaran pertemuan sebelumnya.
  • Murid bertanya jawab dengan guru mengenai bagian yang masih sulit dalam menulis cerpen.

Pertemuan 6 – TAHAP MEREFLEKSI

  • Guru dan murid saling menyapa, mengecek kesiapan belajar, dan memulai pembelajaran dengan doa.
  • Guru menjelaskan bahwa hari ini adalah momen murid menjadi penulis seutuhnya (tahap ICOT), di mana mereka akan menghasilkan karya mandiri yang akan dipublikasikan secara luas.
  • Guru menayangkan halaman depan platform ditriles.com  di IFP.
  • Guru memotivasi murid: “Hari ini, nama kalian akan bersanding dengan penulis-penulis lain di sini. Bayangkan perasaan kalian saat karya kalian dibaca oleh orang di luar sekolah.”

ASESMEN

Asesmen Pertemuan 1 dan 2

Indikator Tujuan Pembelajaran:

  1. Menganalisis tema dalam cerpen dengan menjelaskan ide pokok yang mendasari keseluruhan cerita.
  2. Menganalisis alur (awal–tengah–akhir) dengan menunjukkan hubungan sebab-akibat antar peristiwa.
  3. Menganalisis tokoh dan watak dengan memberikan bukti berupa dialog, tindakan, atau narasi pendukung dalam teks.
  4. Menganalisis latar (tempat, waktu, suasana) beserta fungsi latar dalam membangun suasana cerita.
  5. Menganalisis amanat dengan mengaitkan pesan moral cerpen terhadap perilaku atau nilai kehidupan.
  6. Mengevaluasi unsur ekstrinsik seperti nilai sosial, budaya, dan moral dengan menunjukkan bukti dari konteks cerita.

LINK MENUJU LKPD (LATIHAN)

Referensi cerpen :  https://ruangsastra.com/748/kemarau/ 

LINK MENUJU LKPD IDENTIFIKASI (ASESMEN FORMATIF)

KomponenDeskripsi
Jenis AsesmenProses dan ProdukProses: pengamatan aktivitas siswa selama diskusi kelompok (keaktifan, kerja sama, kemampuan berpikir kritis).Produk: hasil analisis unsur intrinsik cerpen dalam bentuk peta unsur (tabel, mind map, atau kanva digital).
Teknik AsesmenObservasi dan Penugasan TertulisObservasi: menggunakan lembar pengamatan saat diskusi berlangsung.Penugasan Tertulis: analisis unsur intrinsik berdasarkan teks cerpen yang dibaca.
Instrumen AsesmenLembar observasi aktivitas siswa.Lembar kerja/peta unsur intrinsik cerpen.Rubrik penilaian analisis (tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, amanat, ketepatan bukti, dan kejelasan penalaran).
Waktu PelaksanaanSelama kegiatan inti dan penutup (1 pertemuan / 2 JP).
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)70

Rubrik Penilaian

    Aspek yang DinilaiIndikator PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Kurang)
    Partisipasi AktifTerlibat aktif dalam diskusi, mengemukakan pendapat, mendengarkan anggota lain.Selalu aktif berpendapat dan menghargai teman.Aktif berpendapat meski belum konsisten mendengarkan.Kadang terlibat, masih pasif sebagian waktu.Tidak terlibat sama sekali.
    Kerja SamaBekerja sama, menghargai pendapat, dan berbagi tugas.Selalu bekerja sama dan mendukung teman.Bekerja sama dengan baik, kadang masih dominan/pasif.Kurang berkontribusi.Tidak bekerja sama atau mengganggu.
    Pemahaman Isi CerpenMenunjukkan pemahaman isi cerita dan unsur-unsurnya saat diskusi.Menyampaikan pendapat dengan alasan yang logis dan bukti kuat.Memahami isi cerita dengan baik, alasan kadang belum kuat.Memahami sebagian isi cerita, masih butuh bimbingan.Tidak memahami isi atau salah menafsirkan.

    Skor Maksimal: 12  Kriteria Ketuntasan: Minimal 8 (setara nilai 70)

      Aspek yang DinilaiIndikator PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Kurang)
      Ketepatan Identifikasi UnsurMenemukan unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, amanat) secara tepat dan lengkap.Semua unsur teridentifikasi dengan bukti konkret yang relevan.Sebagian besar unsur ditemukan dengan bukti cukup jelas.Hanya sebagian unsur ditemukan, bukti kurang akurat.Banyak unsur tidak ditemukan atau tidak sesuai.
      Kelogisan Alasan & BuktiMenyajikan alasan dan bukti dari teks secara logis dan terhubung.Semua alasan logis dan didukung kutipan teks yang tepat.Alasan cukup logis meski bukti belum lengkap.Alasan kadang tidak logis atau tidak didukung teks.Tidak ada alasan logis dan bukti tidak relevan.
      Kejelasan PenyajianMenyajikan hasil analisis secara runtut, rapi, dan mudah dipahami.Hasil analisis lengkap, sistematis, dan menarik.Cukup runtut dan jelas, masih ada bagian yang kurang teratur.Kurang runtut, sulit dipahami.Tidak runtut dan tidak dapat dipahami.
      Kreativitas Produk (opsional)Menyajikan hasil analisis dalam bentuk menarik (peta konsep, tabel, poster, canva).Penyajian sangat kreatif dan estetis.Penyajian cukup menarik dan rapi.Penyajian sederhana tanpa variasi.Penyajian asal-asalan atau tidak selesai.

      Skor Maksimal: 16  Kriteria Ketuntasan: Minimal 11 (setara nilai 70)

      Asesmen Pertemuan 3

      KomponenDeskripsi
      Jenis AsesmenProses dan Produk
      ProsesPengamatan aktivitas murid saat diskusi evaluatif dan proses sanggah-menyanggah (keberanian berpendapat, empati, dan nalar kritis).
      ProdukLembar Kerja Analisis Kritis (Tabel Hubungan Sebab-Akibat dan Evaluasi Karakter).
      Teknik AsesmenObservasi dan Penugasan
      Instrumen AsesmenLembar observasi diskusi dan Rubrik penilaian evaluasi kritis.
      Waktu PelaksanaanSelama kegiatan inti (diskusi & presentasi) dan penutup.
      KKM70

      1. Rubrik Penilaian Observasi (Proses Diskusi & Sanggah)

      Fokus pada cara murid berinteraksi dan mengungkapkan pandangan kritisnya.

      Aspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Kurang)
      Keberanian Berargumen/MenyanggahSangat berani menyampaikan sanggahan/pendapat dengan etika yang baik dan logis.Berani menyampaikan pendapat/sanggahan, namun alasan terkadang kurang tajam.Sesekali berpendapat jika dipancing, jarang menyanggah.Tidak mau berpendapat atau menyanggah sama sekali.
      Ketajaman Analisis KritisMampu melihat sisi lain dari tindakan tokoh (memahami motif tersembunyi).Mampu menjelaskan alasan tindakan tokoh secara umum.Hanya melihat tindakan tokoh dari apa yang tertulis saja (permukaan).Tidak mampu memberikan alasan atas tindakan tokoh.
      Empati & Pandangan KemanusiaanMenunjukkan kepedulian/maklum terhadap posisi tokoh dengan alasan kemanusiaan.Menunjukkan empati namun belum mampu mengaitkan dengan nilai kehidupan.Mulai mencoba melihat sisi baik tokoh, namun masih menghakimi.Menghakimi tokoh sepenuhnya tanpa mencoba memahami latar belakangnya.

      2. Rubrik Penilaian Produk (Hasil Analisis Kutipan Cerpen)

      Fokus pada ketepatan pendataan hubungan sebab-akibat.

      Aspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Kurang)
      Analisis Hubungan Sebab-AkibatMenjelaskan hubungan logis antara watak tokoh, tindakannya, dan akibat yang ditimbulkan secara detail.Menjelaskan hubungan sebab-akibat dengan benar namun kurang mendalam di bagian akibat.Menuliskan sebab dan akibat namun hubungannya kurang logis.Hanya menuliskan daftar tindakan tanpa ada penjelasan sebab/akibat.
      Evaluasi Tokoh & WatakEvaluasi watak sangat tepat disertai bukti kutipan yang sangat mendukung.Evaluasi watak tepat, bukti kutipan tersedia namun kurang spesifik.Evaluasi watak kurang tepat atau bukti kutipan tidak nyambung.Salah menentukan watak tokoh dan tidak ada bukti teks.
      Interpretasi Tema KemanusiaanMampu menyimpulkan tema sebagai pesan kemanusiaan yang mendalam.Mampu menyimpulkan tema secara umum (misal: kejujuran, kesabaran).Tema yang dituliskan terlalu singkat atau hanya berupa kata benda (misal: Sekolah).Tidak mampu menentukan tema.
      Ketepatan Bukti TekstualSemua pernyataan didukung oleh kutipan kalimat yang tepat dari teks cerpen.Sebagian besar pernyataan didukung bukti kutipan.Bukti kutipan sangat sedikit atau kurang relevan dengan analisis.Tidak menyertakan bukti kutipan sama sekali.

      Cara Pengolahan Nilai:

      • Nilai Proses: (Total Skor / 12) x 100
      • Nilai Produk: (Total Skor / 16) x 100
      • Nilai Akhir: (Nilai Proses + Nilai Produk) / 2

      Asesmen Pertemuan 5

      Indikator Tujuan Pembelajaran:

      1. Murid memilih satu pengalaman pribadi yang relevan dan bermakna untuk dijadikan dasar penulisan cerpen.
      2. Murid menyusun gagasan awal cerita (brainstorming) berupa siapa yang terlibat, apa yang terjadi, dan konteks kejadiannya.
      3. Murid membuat kerangka alur sederhana (orientasi-komplikasi-resolusi) yang runtut dan logis berdasarkan pengalaman yang dipilih.
      KomponenDeskripsi
      Jenis AsesmenAsesmen Produk
      Teknik AsesmenPenugasan Tertulis (Produk Kreatif)
      Bentuk InstrumenRubrik Penilaian Produk Cerpen
      Produk yang DinilaiNaskah Cerpen Utuh 

      Rubrik Penilaian Produk: Cerpen Orisinal

      Aspek yang Dinilai86 – 100 (Sangat Baik)71 – 85 (Baik)56 – 70 (Cukup)0 – 55 (Kurang)
      Kelengkapan AlurAlur sangat lengkap dan kuat mulai dari Orientasi, Komplikasi (konflik), hingga Resolusi yang logis.Alur lengkap (Orientasi, Komplikasi, Resolusi) namun transisi antar bagian agak kaku.Alur ada namun tidak lengkap (misal: tidak ada resolusi atau konflik tidak jelas).Tidak membentuk alur cerpen (hanya narasi tanpa konflik).
      Kesesuaian Unsur IntrinsikTema, tokoh, watak, latar, dan amanat tergambar sangat jelas dan saling mendukung.Unsur intrinsik muncul secara lengkap, namun penggambaran watak atau latar masih umum.Hanya sebagian unsur intrinsik yang muncul atau kurang konsisten.Unsur intrinsik tidak jelas atau tidak ditemukan dalam teks.
      Aspek Kebahasaan (Kalimat Langsung)Cakap/Mahir: >10 kalimat.
      Layak: >2 kalimat.
      Penulisan tanda petik dan huruf kapital pada dialog sangat tepat.
      Memenuhi jumlah minimal kalimat langsung. Tanda baca dialog sebagian besar sudah benar.Jumlah kalimat langsung kurang dari target yang ditentukan.Tidak menggunakan kalimat langsung sama sekali dalam cerita.
      Kreativitas dan ImajinasiMampu mengolah pengalaman nyata menjadi cerita yang unik, dramatis, dan sangat menarik untuk dibaca.Cerita menarik dan orisinal, namun gaya penceritaan masih standar.Cerita cukup menarik namun sangat mirip dengan curhatan biasa (kurang sentuhan imajinasi).Cerita membosankan atau hanya menyalin ide yang sudah ada.
      Jumlah Halaman MinimalCakap/Mahir: lebih dari 3 halaman.Layak: lebih dari 1 halaman.Isi padat dan bermakna.Memenuhi batas minimal halaman dengan pengembangan cerita yang cukup.Sedikit kurang dari batas minimal halaman yang ditentukan.Tulisan sangat pendek dan tidak memenuhi syarat minimal halaman.
      Pedoman Penskoran:Total Skor Maksimal: 100Nilai Akhir: Skor perolehan  x 100   100Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM): 70

      DAFTAR NILAI SUMATIF

      No.Nama SiswaNilai TP 1Nilai TP 2Nilai TP 3TOTAL

      Comments

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      error

      Enjoy this blog? Please spread the word :)