IDENTIFIKASI

Asesmen Awal
Teknik yang digunakan : Kuis singkat.
Berikut penjabaran tes untuk mengecek pemahaman awal dan untuk pemetaan diferensiasi siswa.
- Cek Pemahaman (Kognitif): Cukup berikan 3 pertanyaan “Benar atau Salah” untuk melihat logika dasar mereka:
- Benar/Salah: Cerpen yang bagus adalah cerpen yang hanya menceritakan kejadian sehari-hari tanpa ada konflik/masalah di dalamnya.
- Benar/Salah: Watak tokoh dalam cerita hanya bisa diketahui jika penulis menuliskan sifatnya secara langsung (misal: “Budi adalah anak yang malas”).
- Benar/Salah: Mengubah curhatan pribadi menjadi cerpen berarti kita harus menambahkan unsur latar dan dialog agar cerita lebih hidup.
- Cek Kesiapan Menulis (Diferensiasi): Guru meminta murid memberikan kode jari atau memilih opsi:
- Opsi 1 (Tangan Mengepal): “Aku masih bingung bedanya unsur-unsur dalam cerita dan belum pernah menulis cerita sama sekali.” (Kategori Layak)
- Opsi 2 (Dua Jari/V): “Aku tahu unsur cerpen, tapi masih bingung kalau harus membuat kalimat dialog sendiri.” (Kategori Cakap)
- Opsi 3 (Lima Jari): “Aku paham unsur cerpen dan hobi menulis atau bercerita tentang pengalamanku.” (Kategori Mahir)
- Tindak Lanjut untuk Guru:
- Jika banyak yang memilih Opsi 1: Guru perlu lebih banyak memberikan contoh (stimulasi) di pertemuan 1 dan 3.
- Jika banyak yang memilih Opsi 3: Guru bisa langsung menantang mereka untuk menulis lebih dari 3 halaman pada pertemuan 5.
DESAIN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran
- Murid menganalisis unsur intrinsik (tema, alur, tokoh, watak, latar, amanat) serta unsur ekstrinsik (nilai sosial, budaya, moral) dari teks cerpen yang disimak atau dibaca.
- Murid menginterpretasi dan mengevaluasi tema, tokoh, serta hubungan antar tokoh dalam berbagai cerpen visual atau audiovisual, untuk mengungkapkan kepedulian atau pandangan kritis.
- Murid menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi secara logis, kreatif, dan menarik dengan memanfaatkan unsur intrinsik secara tepat.
PRAKTIK PEDAGOGIS
LINGKUNGAN BELAJAR
Kelas disusun dalam kelompok kecil yang kolaboratif dan kondusif.
Suasana belajar dibuat menyenangkan, menantang rasa ingin tahu, serta memberi ruang aman bagi setiap murid untuk berpendapat dan mempresentasikan hasil penemuan.
Media pembelajaran berupa teks atau video digunakan untuk mendukung eksplorasi dan keterlibatan aktif murid.
PEMANFAATAN DIGITAL
Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk memperluas akses bahan bacaan, memperkaya pengalaman literasi digital, dan memfasilitasi publikasi karya siswa.
- Platform Pembelajaran: Materi pembelajaran, video panduan, dan contoh cerpen disajikan melalui ditriles.com agar siswa dapat belajar mandiri di dalam maupun luar kelas. Platform ini diakses menggunakan Interactive Flat Panel (IFP).
- Sumber Digital Sastra: Siswa membaca dan menganalisis cerpen dari situs-situs sastra daring atau e-book interaktif, serta membandingkan unsur dan gaya penulisnya yang diakses menggunakan Interactive Flat Panel (IFP).
- Media Produksi Cerpen: Siswa menulis dan menyunting cerpen menggunakan Google Docs agar memudahkan kolaborasi dan umpan balik dari guru atau teman sejawat.
- Publikasi dan Apresiasi Karya: Karya terbaik diunggah di Ruang Karya Digital Sekolah, disertai resensi singkat atau rekaman audio pembacaan cerpen menggunakan aplikasi Vocaroo atau Canva Video sebagai bentuk ekspresi literasi modern. Pameran diakses menggunakan Interactive Flat Panel (IFP).
PENGALAMAN BELAJAR
Pertemuan 1 dan 2 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu menganalisis unsur intrinsik (tema, alur, tokoh, watak, latar, amanat) serta unsur ekstrinsik (nilai sosial, budaya, moral) dari teks cerpen yang disimak atau dibaca.
- Guru menyapa murid dengan hangat dan melakukan pengecekan kesiapan belajar.
- Apersepsi (Menghubungkan dengan pengalaman murid): Guru menayangkan gambar singkat/ilustrasi situasi konflik ringan dalam kehidupan sehari-hari (misal: teman tersinggung, perbedaan pendapat di rumah, atau kejadian kecil yang punya nilai moral).
- Lalu guru bertanya:
- “Pernah nggak kalian mengalami situasi seperti ini?”
- “Menurut kalian, kalau dibuat cerpen, bagian mana yang paling penting dari cerita itu?”
- Guru memutar cuplikan audio cerpen ± 40 detik dan menghentikannya di tengah.
- Guru bertanya:
- “Menurut kalian, tokohnya tipe orang seperti apa?”
- “Kalau dilihat dari suasana, kira-kira cerpen ini mau mengarah ke pesan apa?”
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
- Guru menyampaikan manfaat pembelajaran.
MODEL DISCOVERY LEARNING
(Stimulasi)
- Murid mencermati beberapa jenis teks berbeda yang ditayangkan menggunakan IFP.
- Murid menentukan teks mana yang termasuk ke dalam teks cerpen menggunakan media drag and drop di IFP ke dalam kolom jenis teks yang sesuai.
- Murid bertanya jawab mengenai ciri-ciri teks cerpen secara umum.
(Pernyataan Masalah)
- Murid secara berkelompok berdiskusi menganalisis unsur intrinsik teks cerpen yang dibaca.
(Pengumpulan Data)
- Murid mendata tema, latar (tempat, waktu, dan suasana), nama tokoh utama dan wataknya, dan amanat cerpen.
(Pengolahan Data)
- Murid mendata tema, latar (tempat, waktu, dan suasana), nama tokoh utama dan wataknya, dan amanat cerpen.
(Pembuktian)
- Secara bergantian, setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis unsur intrinsik teks cerpen disertai penjelasan atau pembuktian yang logis melalui IFP dengan fitur anotasi.
- Setiap kelompok mengevaluasi hasil analisis kelompok lain dengan membandingkan jawaban dengan alasan logis penentuan hasil analisis.
(Generalisasi)
- Murid saling menyepakati unsur intrinsik cerpen bersama kelompok lain sehingga setiap murid menyaksikan dan mengalami proses penentuan unsur intrinsik bersama-sama secara terbuka.
- Apabila ada kelompok yang hasil analisis mereka terdapat kesalahan, maka mereka memberi tanda dan memperbaiki kesalahan tersebut.
- Murid bersama-sama mengkonfirmasi ulang unsur intrinsik teks cerpen sesuai kesepakatan berdasarkan hasil analisis bersama.
- Guru mengajak murid merefleksikan proses belajar.
- “Bagian mana yang paling membantu kalian memahami cerpen hari ini?”
- “Apa unsur intrinsik yang awalnya paling membingungkan, tapi sekarang jadi lebih jelas?” Beberapa murid menyampaikan pendapatnya secara sukarela.
- Guru menambahkan contoh kecil atau meluruskan miskonsepsi jika ada.
- Guru memberi gambaran tugas lanjutan: murid diminta membawa atau mencari satu cerpen pendek untuk dianalisis pada pertemuan berikutnya.
- Guru memberi apresiasi atas kerja sama dan keberanian murid menyampaikan analisis.
- Guru mengakhiri pembelajaran dengan doa sesuai keyakinan dan salam.
Pertemuan 3 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu menginterpretasi dan mengevaluasi tema, tokoh, serta hubungan antar tokoh dalam berbagai cerpen visual atau audiovisual, untuk mengungkapkan kepedulian atau pandangan kritis.
- Guru menyapa murid dan melakukan pengecekan kesiapan.
- Guru mengaitkan pemahaman unsur intrinsik dari Pertemuan 1 dengan materi hari ini.
- Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
- Tujuan: Murid mampu menilai tema dan hubungan antar tokoh dalam cerpen audiovisual untuk mengungkapkan pandangan kritis.
- Manfaat: Melatih kepekaan sosial (empati) dan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah menilai seseorang hanya dari permukaannya saja.
Stimulasi (Stimulation)
- Murid mencermati kutipan cerpen dari IFP atau sticky note.
- Guru menyampaikan unsur intrinsik yang harus muncul setiap kutipan cerpen. Unsur intrinsik tersebut terdiri atas tema, tokoh utama, dan watak setiap tokoh.
Pernyataan/Identifikasi Masalah (Problem Statement)
- Murid berdiskusi untuk mengevaluasi kesesuaian unsur intrinsik dengan kutipan cerpen.
- Murid berdiskusi alasan tokoh A melakukan suatu tindakan atau akibat tindakan tokoh tertentu dalam kutipan cerpen yang dibaca.
- Murid dan guru mengecek ketepatan hasil analisis.
Data Collection & Processing
- Guru menayangkan dua kutipan cerpen (dengan jumlah kata lebih banyak dari stimulasi).
- Murid mendata unsur intrinsik dan hubungan sebab akibat di kedua kutipan cerpen tersebut secara berkelompok.
- Murid menganalisis tema, tokoh utama, watak tokoh utama, dan latar cerpen.
Pembuktian (Verification)
- Murid mempresentasikan hasil diskusi.
- Kelompok lain diperbolehkan menyanggah apabila hasil evaluasi tidak tepat, terutama pada bagian hubungan sebab-akibat, misalnya:
- “Alasan tokoh A jahat seharusnya bukan karena itu”;
- “Kami tidak setuju karena perilaku itu maka nasib tokoh A seperti in”.
- dll.
Menarik Simpulan (Generalization)
- Guru dan murid bersama-sama merangkum bahwa sebuah cerita bukan hanya soal alur, tapi soal kemanusiaan dan tanggung jawab akibat perilaku yang dilakukan oleh tokoh.
- Guru menyampaikan pertanyaan refleksi,
- “Setelah menganalisis hubungan antar tokoh tadi, apakah ada perilaku tokoh yang awalnya kalian benci, tapi sekarang bisa kalian maklumi atau pahami alasannya?”
- “Pelajaran apa yang paling menyentuh sisi kemanusiaan kalian hari ini?”
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid dalam memberikan kritik yang tajam namun tetap berempati.
- Guru memberikan kuis cepat (1-2 soal) melalui polling di IFP atau sekadar angkat tangan
- Guru menutup kelas dengan kutipan penutup yang relevan, misalnya: “Sastra adalah cermin kehidupan. Dengan memahaminya, kita belajar menjadi manusia yang lebih bijak.”
Pertemuan 3 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Pertemuan 4 – TAHAP APLIKATIF – Pengetahuan Aplikasi
Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi secara logis, kreatif, dan menarik dengan memanfaatkan unsur intrinsik secara tepat.
- Guru dan murid saling menyapa dan memulai pembelajaran dengan berdoa.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat aktivitas pembelajaran hari ini untuk bekal pertemuan selanjutnya.
- Guru melempar umpan pada murid:
- “Anak-anak, siapa di sini yang tadi pagi merasa kesal karena sesuatu? Entah karena bangun kesiangan, sarapannya habis, atau macet di jalan?”
- “Nah, kalau kalian cerita ke teman, biasanya cuma bilang: ‘Tadi aku telat, kesel deh.’ Benar kan? Itu namanya curhat biasa.”
- “Tapi, coba kalau kalimatnya diganti jadi: ‘Napasku tersengal, mataku terus melirik jam tangan yang seolah mengejek langkah kakiku yang gontai. Pintu gerbang itu tertutup rapat, sedingin hatiku saat ini.’“
Model Pembelajaran Paedagogi Genre (Genre-Based Approach atau GBA)
BKOF (Building Knowledge of Field)
- Guru menyampaikan ilustrasi:
- Latar tempat :
- Latar suasana :
- Latar waktu :
- Watak tokoh utama :
- Guru bersama murid menulis cerpen. Cukup kutipan saja hingga seluruh unsur yang diharapkan telah muncul.
MOT (Modelling of Text)
- Guru membimbing murid apabila kesulitan memulai kalimat pertama, dapat dilakukan dengan cara mendeskripsikan latar tempat dan suasana. Kemudian mengganti beberapa kata atau frasa dengan diksi lain yang lebih dramatis.
- Proses menulis ini harus memaksimalkan pilihan redaksi dari murid. Misalnya memilih nama tokoh berdasarkan kesepakatan.
- Murid bersama guru menempatkan kalimat langsung sebagai ciri kebahasaan teks cerpen.
- Guru memberikan unsur intrinsik secara acak dalam kertas post it.
- Murid memilih kertas yang berisi unsur intrinsik yang berbeda dengan kertas lainnya.
JCOT (Joint Construction of Text)
- Murid menulis cerpen dalam bentuk kutipan cerpen berdasarkan unsur intrinsik yang dipilih.
- Murid mengumpulkan ide dan menyusun kalimat dengan memperhatikan kaidah kebahasaan yang tepat.
- Murid saling bertukar hasil tulisan dengan temannya (Peer Review). Penentuan ini dilakukan oleh guru berdasarkan aspek diferensiasi profil belajar murid.
- Murid mengevaluasi ketepatan unsur intrinsik dan cerpen yang ditulis murid.
- Murid mendata bukti kutipan, baik itu unsurnya muncul ataupun tidak.
- Murid mengevaluasi kesesuaian penggunaan aspek kebahasaan teks cerpen.
- Murid mempresentasikan hasil evaluasi secara lisan satu per satu pada guru. Proses ini selain bertujuan agar murid mampu mengevaluasi unsur intrinsik dan aspek kebahasaan teks cerpen, juga menjadi acuan untuk membangun teks cerpen secara mandiri pada pertemuan selanjutnya.
- Murid dan guru menyimpulkan bahwa menulis cerpen yang baik bukan soal “mengarang fiksi yang jauh”, tapi soal bagaimana mengolah pengalaman nyata dengan unsur intrinsik yang tepat agar logis dan menarik.
- Murid merefleksi diri mengenai bagian mana yang paling sulit untuk dibangun (unsur intrinsik atau kaidah kebahasaan).
- Murid merefleksi diri mengenai perbedaan pemahaman dan kemampuan murid dalam menulis teks cerpen setelah proses pembelajaran ini.
- Murid merefleksi bagian mana yang paling seru selama proses menulis cerpen.
- Guru memuji kreativitas murid dalam mengolah cerita.
Model Pembelajaran Paedagogi Genre (Genre-Based Approach atau GBA)
BKOF (Building Knowledge of Field)
- Guru menyampaikan ilustrasi:
- Latar tempat :
- Latar suasana :
- Latar waktu :
- Watak tokoh utama :
- Guru bersama murid menulis cerpen. Cukup kutipan saja hingga seluruh unsur yang diharapkan telah muncul.
MOT (Modelling of Text)
- Guru membimbing murid apabila kesulitan memulai kalimat pertama, dapat dilakukan dengan cara mendeskripsikan latar tempat dan suasana. Kemudian mengganti beberapa kata atau frasa dengan diksi lain yang lebih dramatis.
- Proses menulis ini harus memaksimalkan pilihan redaksi dari murid. Misalnya memilih nama tokoh berdasarkan kesepakatan.
- Murid bersama guru menempatkan kalimat langsung sebagai ciri kebahasaan teks cerpen.
- Guru memberikan unsur intrinsik secara acak dalam kertas post it.
- Murid memilih kertas yang berisi unsur intrinsik yang berbeda dengan kertas lainnya.
JCOT (Joint Construction of Text)
- Murid menulis cerpen dalam bentuk kutipan cerpen berdasarkan unsur intrinsik yang dipilih.
- Murid mengumpulkan ide dan menyusun kalimat dengan memperhatikan kaidah kebahasaan yang tepat.
- Murid saling bertukar hasil tulisan dengan temannya (Peer Review). Penentuan ini dilakukan oleh guru berdasarkan aspek diferensiasi profil belajar murid.
- Murid mengevaluasi ketepatan unsur intrinsik dan cerpen yang ditulis murid.
- Murid mendata bukti kutipan, baik itu unsurnya muncul ataupun tidak.
- Murid mengevaluasi kesesuaian penggunaan aspek kebahasaan teks cerpen.
- Murid mempresentasikan hasil evaluasi secara lisan satu per satu pada guru. Proses ini selain bertujuan agar murid mampu mengevaluasi unsur intrinsik dan aspek kebahasaan teks cerpen, juga menjadi acuan untuk membangun teks cerpen secara mandiri pada pertemuan selanjutnya.
- Murid dan guru menyimpulkan bahwa menulis cerpen yang baik bukan soal “mengarang fiksi yang jauh”, tapi soal bagaimana mengolah pengalaman nyata dengan unsur intrinsik yang tepat agar logis dan menarik.
Pertemuan 5 – TAHAP MENGAPLIKASI
Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi secara logis, kreatif, dan menarik dengan memanfaatkan unsur intrinsik secara tepat.
- Guru mempersiapkan murid untuk belajar.
- Murid mengingat kegiatan pembelajaran pertemuan sebelumnya.
- Murid bertanya jawab dengan guru mengenai bagian yang masih sulit dalam menulis cerpen.
- Murid menulis teks cerpen berdasarkan pengalaman atau imajinasi yang mereka bangun sendiri.
- Guru memantau (terutama murid yang memiliki kelemahan dalam keterampilan menulis dan proses kreatif) dalam menulis teks cerpen.
- Cerpen yang ditulis murid harus terpenuhi syarat berikut:
- Minimal terdiri atas tiga halaman (untuk murid cakap dan mahir) atau satu halaman (untuk murid kategori layak)
- Minimal terdiri atas sepuluh kalimat langsung (untuk murid cakap dan mahir) atau dua kalimat langsung (untuk murid kategori layak).
- unsur intrinsik yang dibagun bebas sesuai kreativitas dan imajinasi murid, namun tidak boleh mengandung unsur penghinaan atau cerita yang tidak layak untuk usia murid.
- Pastikan berbentuk cerpen, bukan dongeng, cerita anak, atau kisah naratif.
- Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan secara langsung :
- “Bagaimana rasanya mengubah imajinasi atau pengalaman pribadi menjadi sebuah alur cerpen yang utuh?”
- “Apa tantangan terbesar saat harus menyisipkan kalimat langsung ke dalam narasi?”
- Guru memberikan apresiasi atas ketekunan murid dalam menyelesaikan proses menulis mandiri yang panjang.
- Murid merefleksi diri dalam jurnal refleksi.
- Guru mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
Pertemuan 6 – TAHAP MEREFLEKSI
- Guru dan murid saling menyapa, mengecek kesiapan belajar, dan memulai pembelajaran dengan doa.
- Guru menjelaskan bahwa hari ini adalah momen murid menjadi penulis seutuhnya (tahap ICOT), di mana mereka akan menghasilkan karya mandiri yang akan dipublikasikan secara luas.
- Guru menayangkan halaman depan platform ditriles.com di IFP.
- Guru memotivasi murid: “Hari ini, nama kalian akan bersanding dengan penulis-penulis lain di sini. Bayangkan perasaan kalian saat karya kalian dibaca oleh orang di luar sekolah.”
- Murid mengunggah naskah lengkap mereka ke platform literasi digital sekolah di tautan: ditriles.com
- Murid membaca karya teman di Mading dan memberikan komentar singkat pada karya yang mereka sukai.
- Guru mengajak murid mendiskusikan bagaimana kemampuan menulis cerpen ini berkaitan dengan profesi di dunia nyata, seperti penulis naskah film, konten kreator, atau jurnalis sastra.
- Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan secara langsung menggunakan teknik 4P :
- Peristiwa (Fact): Guru bertanya, “Bagian mana dari proses menulis tadi yang paling menantang? Apakah saat mencari ide atau saat harus memenuhi target jumlah halaman?”
- Perasaan (Feeling): Guru menggali emosi, “Bagaimana perasaan kalian saat berhasil mengunggah karya ke situs Kesumba? Apa ada rasa bangga atau justru deg-degan karyanya dibaca orang?”
- Pembelajaran (Findings): Bagian mana yang menurut kalian paling seru selama proses menulis tadi?”
- Perubahan (Future): Guru menanyakan niat ke depan, “Setelah ini, apakah kalian merasa lebih percaya diri untuk membagikan tulisan kalian kepada orang lain?”
- Murid merefleksi diri dalam jurnal refleksi.
- Guru mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
ASESMEN
Asesmen Pertemuan 1 dan 2
Indikator Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis tema dalam cerpen dengan menjelaskan ide pokok yang mendasari keseluruhan cerita.
- Menganalisis alur (awal–tengah–akhir) dengan menunjukkan hubungan sebab-akibat antar peristiwa.
- Menganalisis tokoh dan watak dengan memberikan bukti berupa dialog, tindakan, atau narasi pendukung dalam teks.
- Menganalisis latar (tempat, waktu, suasana) beserta fungsi latar dalam membangun suasana cerita.
- Menganalisis amanat dengan mengaitkan pesan moral cerpen terhadap perilaku atau nilai kehidupan.
- Mengevaluasi unsur ekstrinsik seperti nilai sosial, budaya, dan moral dengan menunjukkan bukti dari konteks cerita.
Referensi cerpen : https://ruangsastra.com/748/kemarau/
LINK MENUJU LKPD IDENTIFIKASI (ASESMEN FORMATIF)
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Jenis Asesmen | Proses dan ProdukProses: pengamatan aktivitas siswa selama diskusi kelompok (keaktifan, kerja sama, kemampuan berpikir kritis).Produk: hasil analisis unsur intrinsik cerpen dalam bentuk peta unsur (tabel, mind map, atau kanva digital). |
| Teknik Asesmen | Observasi dan Penugasan TertulisObservasi: menggunakan lembar pengamatan saat diskusi berlangsung.Penugasan Tertulis: analisis unsur intrinsik berdasarkan teks cerpen yang dibaca. |
| Instrumen Asesmen | Lembar observasi aktivitas siswa.Lembar kerja/peta unsur intrinsik cerpen.Rubrik penilaian analisis (tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, amanat, ketepatan bukti, dan kejelasan penalaran). |
| Waktu Pelaksanaan | Selama kegiatan inti dan penutup (1 pertemuan / 2 JP). |
| Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) | 70 |
Rubrik Penilaian
Observasi Proses Diskusi Kelompok
| Aspek yang Dinilai | Indikator Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|---|
| Partisipasi Aktif | Terlibat aktif dalam diskusi, mengemukakan pendapat, mendengarkan anggota lain. | Selalu aktif berpendapat dan menghargai teman. | Aktif berpendapat meski belum konsisten mendengarkan. | Kadang terlibat, masih pasif sebagian waktu. | Tidak terlibat sama sekali. |
| Kerja Sama | Bekerja sama, menghargai pendapat, dan berbagi tugas. | Selalu bekerja sama dan mendukung teman. | Bekerja sama dengan baik, kadang masih dominan/pasif. | Kurang berkontribusi. | Tidak bekerja sama atau mengganggu. |
| Pemahaman Isi Cerpen | Menunjukkan pemahaman isi cerita dan unsur-unsurnya saat diskusi. | Menyampaikan pendapat dengan alasan yang logis dan bukti kuat. | Memahami isi cerita dengan baik, alasan kadang belum kuat. | Memahami sebagian isi cerita, masih butuh bimbingan. | Tidak memahami isi atau salah menafsirkan. |
Skor Maksimal: 12 Kriteria Ketuntasan: Minimal 8 (setara nilai 70)
Produk Analisis Unsur Intrinsik Cerpen
| Aspek yang Dinilai | Indikator Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|---|
| Ketepatan Identifikasi Unsur | Menemukan unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, amanat) secara tepat dan lengkap. | Semua unsur teridentifikasi dengan bukti konkret yang relevan. | Sebagian besar unsur ditemukan dengan bukti cukup jelas. | Hanya sebagian unsur ditemukan, bukti kurang akurat. | Banyak unsur tidak ditemukan atau tidak sesuai. |
| Kelogisan Alasan & Bukti | Menyajikan alasan dan bukti dari teks secara logis dan terhubung. | Semua alasan logis dan didukung kutipan teks yang tepat. | Alasan cukup logis meski bukti belum lengkap. | Alasan kadang tidak logis atau tidak didukung teks. | Tidak ada alasan logis dan bukti tidak relevan. |
| Kejelasan Penyajian | Menyajikan hasil analisis secara runtut, rapi, dan mudah dipahami. | Hasil analisis lengkap, sistematis, dan menarik. | Cukup runtut dan jelas, masih ada bagian yang kurang teratur. | Kurang runtut, sulit dipahami. | Tidak runtut dan tidak dapat dipahami. |
| Kreativitas Produk (opsional) | Menyajikan hasil analisis dalam bentuk menarik (peta konsep, tabel, poster, canva). | Penyajian sangat kreatif dan estetis. | Penyajian cukup menarik dan rapi. | Penyajian sederhana tanpa variasi. | Penyajian asal-asalan atau tidak selesai. |
Skor Maksimal: 16 Kriteria Ketuntasan: Minimal 11 (setara nilai 70)
Asesmen Pertemuan 3
| Komponen | Deskripsi |
| Jenis Asesmen | Proses dan Produk |
| Proses | Pengamatan aktivitas murid saat diskusi evaluatif dan proses sanggah-menyanggah (keberanian berpendapat, empati, dan nalar kritis). |
| Produk | Lembar Kerja Analisis Kritis (Tabel Hubungan Sebab-Akibat dan Evaluasi Karakter). |
| Teknik Asesmen | Observasi dan Penugasan |
| Instrumen Asesmen | Lembar observasi diskusi dan Rubrik penilaian evaluasi kritis. |
| Waktu Pelaksanaan | Selama kegiatan inti (diskusi & presentasi) dan penutup. |
| KKM | 70 |
1. Rubrik Penilaian Observasi (Proses Diskusi & Sanggah)
Fokus pada cara murid berinteraksi dan mengungkapkan pandangan kritisnya.
| Aspek yang Dinilai | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|
| Keberanian Berargumen/Menyanggah | Sangat berani menyampaikan sanggahan/pendapat dengan etika yang baik dan logis. | Berani menyampaikan pendapat/sanggahan, namun alasan terkadang kurang tajam. | Sesekali berpendapat jika dipancing, jarang menyanggah. | Tidak mau berpendapat atau menyanggah sama sekali. |
| Ketajaman Analisis Kritis | Mampu melihat sisi lain dari tindakan tokoh (memahami motif tersembunyi). | Mampu menjelaskan alasan tindakan tokoh secara umum. | Hanya melihat tindakan tokoh dari apa yang tertulis saja (permukaan). | Tidak mampu memberikan alasan atas tindakan tokoh. |
| Empati & Pandangan Kemanusiaan | Menunjukkan kepedulian/maklum terhadap posisi tokoh dengan alasan kemanusiaan. | Menunjukkan empati namun belum mampu mengaitkan dengan nilai kehidupan. | Mulai mencoba melihat sisi baik tokoh, namun masih menghakimi. | Menghakimi tokoh sepenuhnya tanpa mencoba memahami latar belakangnya. |
2. Rubrik Penilaian Produk (Hasil Analisis Kutipan Cerpen)
Fokus pada ketepatan pendataan hubungan sebab-akibat.
| Aspek yang Dinilai | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|
| Analisis Hubungan Sebab-Akibat | Menjelaskan hubungan logis antara watak tokoh, tindakannya, dan akibat yang ditimbulkan secara detail. | Menjelaskan hubungan sebab-akibat dengan benar namun kurang mendalam di bagian akibat. | Menuliskan sebab dan akibat namun hubungannya kurang logis. | Hanya menuliskan daftar tindakan tanpa ada penjelasan sebab/akibat. |
| Evaluasi Tokoh & Watak | Evaluasi watak sangat tepat disertai bukti kutipan yang sangat mendukung. | Evaluasi watak tepat, bukti kutipan tersedia namun kurang spesifik. | Evaluasi watak kurang tepat atau bukti kutipan tidak nyambung. | Salah menentukan watak tokoh dan tidak ada bukti teks. |
| Interpretasi Tema Kemanusiaan | Mampu menyimpulkan tema sebagai pesan kemanusiaan yang mendalam. | Mampu menyimpulkan tema secara umum (misal: kejujuran, kesabaran). | Tema yang dituliskan terlalu singkat atau hanya berupa kata benda (misal: Sekolah). | Tidak mampu menentukan tema. |
| Ketepatan Bukti Tekstual | Semua pernyataan didukung oleh kutipan kalimat yang tepat dari teks cerpen. | Sebagian besar pernyataan didukung bukti kutipan. | Bukti kutipan sangat sedikit atau kurang relevan dengan analisis. | Tidak menyertakan bukti kutipan sama sekali. |
Cara Pengolahan Nilai:
- Nilai Proses: (Total Skor / 12) x 100
- Nilai Produk: (Total Skor / 16) x 100
- Nilai Akhir: (Nilai Proses + Nilai Produk) / 2
Asesmen Pertemuan 5
Indikator Tujuan Pembelajaran:
- Murid memilih satu pengalaman pribadi yang relevan dan bermakna untuk dijadikan dasar penulisan cerpen.
- Murid menyusun gagasan awal cerita (brainstorming) berupa siapa yang terlibat, apa yang terjadi, dan konteks kejadiannya.
- Murid membuat kerangka alur sederhana (orientasi-komplikasi-resolusi) yang runtut dan logis berdasarkan pengalaman yang dipilih.
| Komponen | Deskripsi |
| Jenis Asesmen | Asesmen Produk |
| Teknik Asesmen | Penugasan Tertulis (Produk Kreatif) |
| Bentuk Instrumen | Rubrik Penilaian Produk Cerpen |
| Produk yang Dinilai | Naskah Cerpen Utuh |
Rubrik Penilaian Produk: Cerpen Orisinal
| Aspek yang Dinilai | 86 – 100 (Sangat Baik) | 71 – 85 (Baik) | 56 – 70 (Cukup) | 0 – 55 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|
| Kelengkapan Alur | Alur sangat lengkap dan kuat mulai dari Orientasi, Komplikasi (konflik), hingga Resolusi yang logis. | Alur lengkap (Orientasi, Komplikasi, Resolusi) namun transisi antar bagian agak kaku. | Alur ada namun tidak lengkap (misal: tidak ada resolusi atau konflik tidak jelas). | Tidak membentuk alur cerpen (hanya narasi tanpa konflik). |
| Kesesuaian Unsur Intrinsik | Tema, tokoh, watak, latar, dan amanat tergambar sangat jelas dan saling mendukung. | Unsur intrinsik muncul secara lengkap, namun penggambaran watak atau latar masih umum. | Hanya sebagian unsur intrinsik yang muncul atau kurang konsisten. | Unsur intrinsik tidak jelas atau tidak ditemukan dalam teks. |
| Aspek Kebahasaan (Kalimat Langsung) | Cakap/Mahir: >10 kalimat. Layak: >2 kalimat. Penulisan tanda petik dan huruf kapital pada dialog sangat tepat. | Memenuhi jumlah minimal kalimat langsung. Tanda baca dialog sebagian besar sudah benar. | Jumlah kalimat langsung kurang dari target yang ditentukan. | Tidak menggunakan kalimat langsung sama sekali dalam cerita. |
| Kreativitas dan Imajinasi | Mampu mengolah pengalaman nyata menjadi cerita yang unik, dramatis, dan sangat menarik untuk dibaca. | Cerita menarik dan orisinal, namun gaya penceritaan masih standar. | Cerita cukup menarik namun sangat mirip dengan curhatan biasa (kurang sentuhan imajinasi). | Cerita membosankan atau hanya menyalin ide yang sudah ada. |
| Jumlah Halaman Minimal | Cakap/Mahir: lebih dari 3 halaman.Layak: lebih dari 1 halaman.Isi padat dan bermakna. | Memenuhi batas minimal halaman dengan pengembangan cerita yang cukup. | Sedikit kurang dari batas minimal halaman yang ditentukan. | Tulisan sangat pendek dan tidak memenuhi syarat minimal halaman. |
| Pedoman Penskoran:Total Skor Maksimal: 100Nilai Akhir: Skor perolehan x 100 100Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM): 70 |
DAFTAR NILAI SUMATIF
| No. | Nama Siswa | Nilai TP 1 | Nilai TP 2 | Nilai TP 3 | TOTAL |
|---|---|---|---|---|---|

Tinggalkan Balasan