IDENTIFIKASI
IDENTITAS
- Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
- Fase/Kelas : D / VIII (Delapan)
- Semester : Genap
- Materi Pokok : Teks Berita
- Alokasi Waktu : 18 JP (Sekitar 6-7 Pertemuan)
- Penyusun : Dian Tri Lestari, S.Pd.
- Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Mempawah Timur
DIMENSI PROFIL LULUSAN
Fokus utama pada modul ini adalah:
- Penalaran Kritis: Murid mampu membedakan fakta dan opini serta menganalisis keakuratan berita.
- Kolaborasi: Murid bekerja sama dalam tim untuk memproduksi dan menyunting berita.
- Keimanan dan Ketakwaan: Diwujudkan dalam etika menyampaikan kebenaran informasi dan ditutup dengan doa kafaratul majelis.
ASESMEN AWAL
Tujuan: Memetakan kesiapan literasi dasar dan minat murid terhadap isu-isu terkini.
- Membaca Kritis (Literasi Dasar):
- Cek Minat (Daya Dukung):
- Instrumen: Angket singkat mengenai kanal berita favorit (Media sosial, TV, Portal Berita, atau Podcast).
- Refleksi Diri (Non-Kognitif):
Strategi Pemetaan (Analisis Hasil):
- Kelompok A (Mahir): Mampu mengidentifikasi struktur ADIKSIMBA dengan sempurna. Tindakan: Menjadi tutor sebaya.
- Kelompok B (Berkembang): Mampu memahami isi berita namun kesulitan membedakan fakta/opini. Tindakan: Bimbingan kelompok kecil.
- Kelompok C (Perlu Pendampingan): Kesulitan memahami inti bacaan. Tindakan: Pendampingan intensif dengan bantuan visual/infografis.
DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
- Menyimak: Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan dari berbagai jenis teks audiovisual dan aural dalam bentuk monolog atau dialog.
- Membaca dan Memirsa: Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, empati, atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual.
- Berbicara dan Mempresentasikan: Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun serta mempresentasikan topik aktual secara kritis.
- Menulis: Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
- Melalui kegiatan menyimak dan membaca berita di ditriles.com, murid mampu menganalisis unsur ADIKSIMBA serta membedakan fakta dan opini secara kritis.
- Melalui diskusi kelompok, murid mampu mempresentasikan tanggapan terhadap isu aktual dalam berita secara santun, kolaboratif, dan berkesadaran.
- Melalui proses penyuntingan dan publikasi, murid mampu menulis teks berita yang logis dan kreatif sesuai dengan struktur dan kebahasaan yang tepat.
PRAKTIK PEDAGOGIS (DEEP LEARNING)
- Berkesadaran (Mindful): Memulai pembelajaran dengan menyadari pentingnya kejujuran informasi (anti-hoaks).
- Bermakna (Meaningful): Menghubungkan teks berita dengan peristiwa nyata di lingkungan sekitar murid.
- Menggembirakan (Joyful): Menggunakan media beragam (audiovisual) dan publikasi hasil karya pada platform digital.
| Tahap Strategi | Output yang Diharapkan |
| Memahami | Peta pikiran (mind map) unsur-unsur berita dari video/teks. |
| Aplikatif | Hasil diskusi kritis mengenai pro-kontra sebuah berita aktual. |
| Mengaplikasi | Draf teks berita orisinal hasil liputan mandiri/kelompok. |
| Merefleksi | Produk berita final yang sudah disunting dan dipublikasikan. |
LINGKUNGAN BELAJAR & PEMANFAATAN DIGITAL
- Pusat Belajar Mandiri: Website ditriles.com digunakan sebagai hub utama untuk mengakses materi “Struktur Berita”, menonton video panduan, dan mengunduh lembar kerja digital.
- Scaffolding: Murid menggunakan fitur bantuan di ditriles.com sesuai dengan tingkat kemampuannya.
PENGALAMAN BELAJAR
Pertemuan 1 dan 2 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan Pembelajaran (TP 1):
Melalui kegiatan menyimak dan membaca berita di ditriles.com, murid mampu menganalisis unsur ADIKSIMBA serta membedakan fakta dan opini secara kritis dengan fokus pada tema lingkungan.
- Guru mengajak murid untuk duduk tenang dan mengamati benda-benda berbahan plastik yang ada di sekitar mereka (tas, alat tulis, botol) secara berkesadaran.
- Guru menyampaikan bahwa memahami berita bukan sekadar tugas sekolah, melainkan cara kita peduli pada bumi yang sedang darurat sampah.
- Pertanyaan Pemantik (Eko-Literasi): “Coba ingat, berapa banyak bungkus plastik yang kalian buang dari jajanan tadi pagi? Jika dikumpulkan dalam satu sekolah, menurutmu seberapa tinggi tumpukannya?”
- Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
- Murid mengakses website ditriles.com sebagai pusat belajar mandiri untuk membaca teks berita berjudul “Langkah Nyata Zero Waste di Sekolah”.
- Murid secara berkelompok mencari data angka dalam teks (misalnya: “3 ton sampah plastik”, “penurunan 20% penggunaan sedotan”) dan mendiskusikan angka tersebut sebagai bagian dari unsur ADIKSIMBA (Apa/Berapa).
- Murid membedah kalimat dalam berita untuk memisahkan fakta (data angka/kejadian nyata) dengan opini (saran/pandangan subjektif tokoh dalam berita).
- Output (Mind Map): Murid menyusun Peta Pikiran (Mind Map) yang merangkum unsur ADIKSIMBA, temuan numerasi, serta perbandingan fakta dan opini dari berita tersebut.
- Refleksi Murid: Murid mengungkapkan secara singkat apa yang mereka rasakan setelah mengetahui data statistik sampah plastik di lingkungan sekitar.
- Guru memberikan apresiasi terhadap kolaborasi kelompok dan ketelitian murid dalam mengolah data numerasi.
- Murid diinformasikan bahwa panduan lebih lanjut dan fitur bantuan mandiri untuk persiapan menulis tersedia di ditriles.com.
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa kafaratul majelis.
Pertemuan 3-5 – Tahap APLIKASI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan pembelajaran:
Melalui diskusi kelompok, murid mampu mempresentasikan tanggapan terhadap isu aktual dalam berita secara santun, kolaboratif, dan berkesadaran.
- Guru menampilkan foto perbandingan pantai bersih dan pantai yang tertimbun sampah plastik. Murid diminta melakukan refleksi sejenak dengan membayangkan perasaan makhluk hidup di sana.
- Pertanyaan Pemantik:
- “Jika kalian menjadi bagian dari ekosistem laut yang terkena dampak plastik, apa yang ingin kalian sampaikan kepada manusia?
- Mengapa data di ditriles.com menunjukkan sampah plastik kita berakhir di laut?”
- Guru menjelaskan bahwa suara kritis murid dalam menanggapi berita dapat menjadi langkah awal menyelamatkan lingkungan (Kebermaknaan).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
- Murid bekerja dalam kelompok (berdasarkan pemetaan Kelompok A, B, dan C) untuk mengakses menu “Isu Aktual” di ditriles.com.
- Murid membedah dua berita berbeda sudut pandang tentang kebijakan plastik sekali pakai. Murid wajib mencatat data angka kunci (misal: “Penurunan penggunaan plastik sebesar 30%”) untuk memperkuat argumen.
- Setiap kelompok melakukan simulasi talkshow singkat dengan pembagian peran:
- Pakar Lingkungan (berbasis data fakta),
- Pelaku Usaha (menyampaikan kendala), dan
- Masyarakat (menyampaikan empati).
- Murid menyampaikan tanggapan terhadap isu tersebut dengan kalimat yang santun, seperti: *”Saya menghargai pendapat tersebut, namun menurut data di ditriles.com…”*
- Umpan Balik (Peer-Assessment): Kelompok Mahir (Kelompok A) bertugas sebagai panelis atau moderator yang memberikan tanggapan logis terhadap argumen kelompok lain.
- Refleksi: Murid menuliskan satu kalimat komitmen di papan tulis tentang aksi nyata mengurangi plastik (Misal: “Saya akan membawa botol minum sendiri sebagai empati pada bumi”).
- Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian murid dalam berpendapat secara santun dan kritis.
- Guru menginformasikan bahwa hasil diskusi hari ini akan menjadi bahan utama untuk menulis berita di tahap selanjutnya. Panduan menulis tersedia di ditriles.com.
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa kafaratul majelis.
Pertemuan 6 – TAHAP MENGAPLIKASI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan Pembelajaran:
Melalui proses kreatif berbasis data lingkungan dan penggunaan scaffolding digital, murid mampu menulis teks berita.
- Guru mengajak murid merenungkan sejenak untuk memfokuskan pikiran pada tanggung jawab seorang jurnalis dalam menyampaikan kebenaran informasi demi kelestarian lingkungan.
- Guru mengingatkan kembali temuan data numerasi (angka statistik sampah) yang telah didiskusikan pada pertemuan sebelumnya sebagai bahan utama penulisan.
- Guru memotivasi murid : “Hari ini kalian bukan hanya murid, tapi agen perubahan. Berita yang kalian tulis bisa menggerakkan orang lain untuk mulai hidup Zero Waste!”
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan target belajar.
- Murid mulai menyusun draf teks berita menggunakan struktur piramida terbalik (Kepala, Tubuh, Ekor) dengan mengintegrasikan unsur ADIKSIMBA secara logis.
- Murid wajib memasukkan minimal dua data angka statistik yang relevan dari ditriles.com (misalnya: persentase sampah plastik yang tidak terkelola) ke dalam bagian “Teras Berita” (Lead) untuk memperkuat kredibilitas tulisan.
- Pemanfaatan Digital (Scaffolding): Murid mengakses fitur “Panduan Menulis” di ditriles.com untuk mengecek kaidah kebahasaan (kata kerja mental, konjungsi temporal, dan kalimat langsung) secara mandiri.
- Murid dalam kelompok saling menukar draf. Murid Kelompok A (Mahir) bertindak sebagai peer-editor untuk membantu menyunting ejaan dan kelengkapan struktur tulisan teman sekelompoknya sesuai panduan di website.
- Murid melakukan kegiatan refleksi dengan cara berbagi pengalaman tentang tantangan paling sulit saat mengubah data angka (numerasi) menjadi kalimat berita yang menarik.
- Guru memberikan apresiasi atas kerja keras murid dan menginformasikan bahwa karya final akan dipublikasikan pada tahap berikutnya (Tahap Merefleksi).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa kafaratul majelis.
Pertemuan Terakhir – TAHAP MEREFLEKSI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan pembelajaran:
Peserta didik mampu mengevaluasi proses penulisan berita, mempublikasikan karya secara digital, dan merefleksikan kebermaknaan informasi bagi pelestarian lingkungan.
- Guru mengajak murid melakukan refleksi hening sejenak untuk mensyukuri kemampuan yang telah mereka peroleh selama proses belajar (dari memahami hingga mampu menulis berita).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
- “Setelah menulis berita tentang sampah plastik, apakah pandanganmu saat melihat botol plastik di jalan masih sama seperti dulu? Mengapa karya kalian penting untuk dibaca orang lain?”
- Guru menekankan bahwa mempublikasikan berita yang jujur dan berbasis data adalah bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan lingkungan.
- Murid melakukan pengecekan terakhir pada naskah berita mereka dan mengunggahnya ke portal publikasi siswa di ditriles.com sebagai pusat belajar mandiri.
- Murid saling membaca karya teman melalui perangkat masing-masing di website tersebut dan memberikan komentar apresiatif berupa satu hal baru yang mereka pelajari dari berita rekan mereka.
- Guru memandu diskusi kelas (refleksi):
- “Apa bagian paling menantang dari proses ini? Bagaimana perasaanmu saat melihat data angka (numerasi) yang kalian tulis kini bisa mengedukasi orang lain?”
- Setiap kelompok menilai sejauh mana kerja sama tim telah membantu mereka menghasilkan teks berita yang kritis dan kreatif sesuai dengan rubrik penilaian.
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi diri di jurnal belajar:
- “Menjadi jurnalis lingkungan mengajarkan saya bahwa…”
- Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan perkembangan paling signifikan dan mengingatkan bahwa materi pengayaan untuk jenis teks lainnya tersedia di ditriles.com.
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa kafaratul majelis.
ASESMEN & KRITERIA (KKTP)
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)
- Penentuan ketuntasan dihitung dengan rumus:
Nilai Akhir = (Skor yang diperoleh / Skor Maksimal) x 100%
| Interval Nilai | Kriteria | Tindak Lanjut Pembelajaran |
| 0% – 69% | Belum Tuntas | Remedial penuh: Pendampingan intensif guru dan penggunaan scaffolding penuh di ditriles.com. |
| 70% – 89% | Layak/Cakap | Penguatan: Sudah tuntas minimal, menggunakan scaffolding otomatis di website secara mandiri. |
| 90% – 100% | Mahir | Pengayaan: Mandiri penuh dan menjadi tutor sebaya (peer-editor) bagi teman sekelompok. |
Tinggalkan Balasan