RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
IDENTIFIKASI

ASESMEN AWAL (MENGECEK KARAKTERISTIK, ANALISIS KEBUTUHAN, DAN KEMAMPUAN)
Tujuan Asesmen Awal:
- Memetakan kemampuan siswa dalam menangkap inti gagasan dari teks yang dibaca (berkaitan dengan keterampilan dasar literasi).
- Memetakan kemampuan siswa dalam menyampaikan opini secara singkat (prasyarat pidato persuasif).
- Mengenal minat dan kecenderungan gaya belajar siswa setelah satu tahun di kelas VII.
Instrumen
- Membaca Kritis (Literasi Dasar)

| LIHAT KONTEN INSTAGRAM “Apa perasaan yang muncul setelah melihat video tersebut? Pesan apa yang ingin disampaikan oleh pembuat video kepada kita sebagai pelajar?” |
- Menyuarakan Pendapat (Pra-Pidato)
Tulislah 3-5 kalimat saja untuk menjawab pertanyaan berikut:
“Jika kamu diberikan kesempatan untuk mengubah satu aturan di sekolah kita, aturan apa yang akan kamu ubah dan apa alasannya?” - Refleksi Diri (Non-Kognitif)
“Di kelas VII, materi mana yang paling kamu sukai (Deskripsi, Puisi, atau Fantasi)? Mengapa?”
“Apa kesulitan terbesar yang kamu hadapi saat harus berbicara di depan kelas?”
Strategi Pemetaan (Analisis Hasil)
Pemetaan kemampuan siswa setelah asesmen diberikan:
| Kelompok | Kemampuan Dasar | Tindakan Guru |
|---|---|---|
| Kelompok A (Mahir) | Sudah mampu memberi argumen logis dan memahami teks dengan baik. | Diberi tantangan mencari isu aktual yang lebih kompleks untuk pidato mereka. |
| Kelompok B (Berkembang) | Memahami teks namun argumennya masih sederhana atau belum berdasar. | Bimbingan pada teknik mengembangkan alasan (menggunakan data/fakta). |
| Kelompok C (Perlu Pendampingan) | Kesulitan memahami gagasan utama dan menyusun kalimat argumen. | Bimbingan intensif pada struktur kalimat dan cara menemukan ide dasar. |
DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN
| Menyimak: Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. |
| Membaca dan Memirsa: Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. |
| Berbicara dan Mempresentasikan: Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informatif dan fiksi melalui teks multimoda. |
| Menulis: Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. |
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur (pembukaan, isi, penutup) dan ciri kebahasaan (kalimat persuasif, kata emotif, kata tugas) dalam berbagai teks pidato persuasif yang didengar maupun dibaca secara kritis.
- Peserta didik mampu menganalisis gagasan, pandangan, serta pesan persuasif dalam teks pidato audiovisual.
- Peserta didik mampu menulis dan/atau menyajikan teks pidato persuasif yang etis, sistematis, dan bermakna untuk menyampaikan opini pro/kontra terhadap isu aktual dengan menggunakan multimodal (seperti media pendukung atau presentasi lisan).
PRAKTIK PEDAGOGIS
| Tahap | Strategi | Output yang Diharapkan |
| Memahami | Case-Based Learning | Pemahaman tentang struktur pidato dari kasus nyata. |
| Aplikatif | Graphic Organizer | Kerangka pidato yang logis dan berdasar data. |
| Mengaplikasi | Peer Feedback | Naskah pidato yang sudah diperbaiki berdasarkan masukan. |
| Mengaplikasi dan Merefleksi | Presentasi Multimodal | Pidato yang komunikatif dan etis. |
LINGKUNGAN BELAJAR
- Zona Diskusi: Untuk mempermudah kolaborasi selama sesi case-based learning, saya menata tempat duduk dalam formasi U dan/atau per kelompok di area yang disukai (menyesuaikan kondisi saat di lapangan).
- Pojok Literasi Digital: Saya menyediakan area khusus agar siswa bisa leluasa mengakses materi lewat QR code di ditriles.com serta menonton video lingkungan sebagai pemantik diskusi.
- Scaffolding Otomatis: Scaffolding ini bertujuan untuk membantu siswa tetap terstruktur dan sistematis dalam menulis teks pidato.
KEMITRAAN
Pihak Sekolah (SMPN 1 Mempawah Timur): Melibatkan pihak sekolah sebagai “audiens nyata” untuk presentasi pidato persuasif dan sebagai integrasi dengan program KOKURIKULER.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Pusat Belajar Mandiri: ditriles.com sebagai hub utama materi, video panduan, dan scaffolding.
- Media Sosial (Instagram/Reels): Penggunaan konten video lingkungan sebagai media “Pemantik Literasi Dasar” untuk melatih analisis kritis siswa.
- Pengarsipan Digital: Penggunaan Google Drive untuk pengumpulan tugas akhir (rekaman pidato) guna memudahkan guru dalam melakukan penilaian dan memberikan umpan balik personal.
- Alat Evaluasi: Pemanfaatan kuis digital untuk mengetes pemahaman struktur teks pidato secara cepat dan interaktif di awal atau akhir sesi.
PENGALAMAN BELAJAR
Pertemuan 1 dan 2 – Tahap MEMAHAMI – Pengetahuan Esensial; Pengetahuan Nilai dan Karakter
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur (pembukaan, isi, penutup) dan ciri kebahasaan (kalimat persuasif, kata emotif, kata tugas) dalam berbagai teks pidato persuasif yang didengar maupun dibaca secara kritis.
- Guru membuka kelas dan memastikan murid telah siap untuk belajar.
- Berdoa
- Guru menampilkan gambar: Tampilkan visual tumpukan sampah yang memantik diskusi. Pertanyaan Pancingan: “Jika kamu harus meyakinkan kepala sekolah agar mengubah aturan sekolah yang tidak efektif, kalimat terkuat apa yang akan kamu ucapkan?”
- Guru memberikan apresiasi pada opini murid dari asesmen awal (tanpa menyebut nama).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan rencana akhir pembelajaran (menulis teks dan disajikan dalam bentuk berpidato sebagai kegiatan Kokurikuler).
- Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan membedah “DNA” (struktur) teks pidato agar pesan lebih mudah diterima audiens.
- Guru mengarahkan murid ke ditriles.com untuk mengakses materi dan peta perjalanan belajar hari ini. Hanya agar murid tahu cara menggunakan website sebagai salah satu sumber belajar digital yang sering digunakan nantinya.
- Murid mencermati materi dari ditriles.com atau bahan ajar yang dicetak, khususnya pada bagian struktur dan ciri kebahasaan teks pidato.
- Murid menguji pemahamannya melalui tes lisan oleh guru dalam kelompok kecil mengenai ciri khas teks pidato persuasif, struktur, dan ciri kebahasaan (formatif).
- Murid mengerjakan worksheet untuk menyusun dan mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks pidato persuasif (kata emotif, persuasif, Konjungsi & Preposisi, teknis, dan retoris)
- Ice Break (dilakukan apabila waktu telah selesai. Murid bermain game interaktif apabila pembelajaran di kelas menggunakan IFP atau komputer. Jika tidak, maka bagian ini skip). MENUJU KE GAME.
- Guru mengajukan pertanyaan refleksi: “Dari 5 ciri kebahasaan yang kita pelajari hari ini, mana yang menurutmu paling sulit digunakan dalam pidato? Mengapa?”
- Guru bersama murid menyimpulkan ciri khas pidato persuasif dan hal apa yang pantas disampaikan dalam pidato yang santun, struktur, dan ciri kebahasaan teks pidato persuasif.
- Sebelum meninggalkan kelas, setiap murid harus menyebutkan satu “Kata Emotif” atau satu “Kalimat Persuasif” singkat tentang lingkungan yang terpikirkan oleh mereka hari ini.
- Guru memberikan pujian atas partisipasi aktif murid selama sesi diskusi.
- Guru menutup kelas dengan doa kafaratul majelis.
Pertemuan 3- TAHAP APLIKATIF – Pengetahuan Aplikatif
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur (pembukaan, isi, penutup) dan ciri kebahasaan (kalimat persuasif, kata emotif, kata tugas) dalam berbagai teks pidato persuasif yang didengar maupun dibaca secara kritis.
- Guru mempersiapkan kelas untuk belajar, berdoa, mengecek kehadiran.
- Guru mengingatkan kembali tujuan pembelajaran.
- Guru mengajak murid melakukan kilas balik : “Di pertemuan lalu, kita telah mempelajari struktur teks pidato persuasif yang terdiri dari Pembukaan, Isi, dan Penutup. Masih ingatkah kalian fungsi utama dari bagian ‘Isi’?” ; “Apa saja ciri kebahasaan teks pidato persuasif?”
- Guru menyampaikan orientasi asesmen pertemuan ini untuk asesmen sumatif sehingga menekankan murid agar serius menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan belajar.
- Murid diarahkan membuka worksheet melalui ditriles.com.
- Murid mengerjakan soal pengurutan di ditriles.com. Mereka harus menyusun 5-6 paragraf yang diacak menjadi satu teks pidato persuasif yang utuh dan sistematis.
- Murid melengkapi teks pidato yang memiliki bagian kosong (rumpang). Murid harus memilih kata emotif, konjungsi sebab-akibat, atau kata teknis yang paling tepat.
- Murid menemukan pertanyaan retoris; kalimat ajakan imperatif; dan dua kata teknis.
- Guru memantau progres pengerjaan digital melalui dashboard guru atau berkeliling.
- Guru memberikan bimbingan intensif bagi murid kelompok C (Perlu Pendampingan) dalam memahami makna kata rumpang.
- Murid berdiskusi bersama guru mengenai hasil jawaban yang ditemukan. Guru memastikan murid kelompok C telah dibimbing secara khusus. Murid yang sudah mahir dapat berdiskusi dengan murid lain sebagai kelompok kecil.
- Murid bersama guru menyimpulkan jawaban dari semua asesmen.
- Murid merefleksi diri
- Ada berapa pertanyaan yang berhasil saya jawab dan belum berhasil dijawab dengan tepat?
- Apakah saya benar-benar mengerti mengapa jawaban saya benar atau mengapa jawaban saya salah?
- Bagian mana yang paling sulit saya analisis (struktur atau ciri kebahasaan)?
- Jika nilai saya masih di bawah standar, saya harus memilih salah satu solusi pendampingan untuk saya berikut:
- Minta guru memberikan asesmen ulang dengan teks yang berbeda setelah saya diberikan kesempatan memahami kembali materi.
- Belajar kelompok dengan teman-teman saya yang juga belum tuntas yang dipantau dan dicek keberhasilan belajar kelompok kami langsung oleh guru.
- Guru memberi apresiasi kepada murid yang berusaha dengan keras dan murid yang mendapat hasil memuaskan.
- Guru menyampaikan hasil asesmen sumatif, agar murid yang belum tuntas melakukan program tindak lanjut. Jika kurang dari 80% murid masih belum tuntas, maka kegiatan ini diulang kembali dengan jenis teks yang berbeda.
Pertemuan 4- TAHAP APLIKATIF – Pengetahuan Aplikatif
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menganalisis gagasan, pandangan, serta pesan persuasif dalam teks pidato audiovisual.
- Guru membuka kelas, memimpin doa, dan mengecek kehadiran murid.
- Guru memastikan perangkat murid siap digunakan untuk mengakses media digital.
- Guru mengaitkan hasil asesmen sumatif pertemuan sebelumnya: “Kemarin kalian sudah hebat dalam menyusun urutan dan menemukan ciri kebahasaan pada teks tertulis. Kalian sudah tahu ‘cara’ teks pidato dibangun.”
- Pertanyaan Pemantik: “Namun, apakah sebuah pidato hanya soal tulisan di atas kertas? Menurut kalian, apa yang membuat sebuah pidato di video terasa lebih ‘bertenaga’ daripada hanya dibaca?”
- Guru menjelaskan bahwa hari ini murid akan naik level dari sekadar “mengidentifikasi” menjadi “menganalisis”.
- Guru memberikan analogi: “Jika kemarin kita belajar tentang rangka dan mesin sebuah mobil (struktur), hari ini kita akan belajar bagaimana mobil itu dikendarai (pesan dan gagasan) agar sampai ke tujuan (audiens).”
- Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran
- Guru menjelaskan bahwa kemampuan ini sangat penting agar murid menjadi pendengar yang kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat.
- Murid diarahkan untuk membuka bagian “Analisis Audiovisual” di ditriles.com untuk memulai pengamatan.
- Murid bekerja sama secara berkelompok.
- Guru memberikan asesmen dalam bentuk TIGA misi
Misi 1: Analisis Visual (Poster/Infografis Lingkungan)
- Aktivitas: Berikan murid 2 infografis yang berbeda di ditriles.com tentang “Krisis Sampah Sekolah” vs “Solusi Bank Sampah”.
- Tugas: Murid harus mengisi Graphic Organizer untuk membandingkan:
- Apa pesan utama yang ingin disampaikan?
- Siapa target audiensnya?
- Apakah data di dalamnya akurat/meyakinkan?
Misi 2: Bedah Audiovisual (Video Pidato Lingkungan)
- Aktivitas: Putar video pidato singkat (contoh: pidato seorang aktivis cilik tentang bahaya plastik di sekolah atau video reels lingkungan yang kita gunakan sebelumnya).
- Tugas Analisis: Murid mengerjakan lembar kerja mandiri untuk menjawab:
- Bagaimana nada bicara pembicara (menggebu-gebu, tenang, atau memelas)?
- Tindakan apa yang sebenarnya diinginkan pembicara dari kita sebagai pelajar?
- Uji Akurasi: Cek Silang: “Apakah argumen si pembicara dalam video ini sesuai dengan fakta kerusakan lingkungan yang kita ketahui di Mempawah?”
Misi 3: Diskusi “Ruang Debat Terbuka”
- Aktivitas: Guru membuat voting cepat: “Ibu kantin kita masih pakai plastik A, bagaimana jika kita ubah melalui pidato? Metode mana yang lebih efektif untuk mengkampanyekan peduli lingkungan ini?”
- Tantangan: Murid harus mempertahankan pendapatnya dengan satu alasan yang logis.
- Bimbingan Kelompok C: Guru memberikan pemandu (apa, siapa, mengapa) agar murid kelompok C.
3. Murid mengunggah hasil analisis mereka ke Google Drive atau ditriles.com sebagai portofolio penilaian sumatif.
- Guru memberikan apresiasi atas ketajaman analisis murid selama “Misi Detektif Lingkungan”.
- Guru menegaskan bahwa hasil analisis ini adalah fondasi berharga untuk menyusun naskah pidato mereka sendiri nanti. Ingatkan murid bahwa mereka akan berpidato dalam unjuk kinerja di Kokurikuler.
- Murid ditugaskan mencari satu masalah lingkungan terdekat (di sekolah atau rumah) dan satu data/fakta pendukungnya sebagai modal untuk menyusun naskah pidato pada pertemuan berikutnya menggunakan scaffolding otomatis di ditriles.com.
- Murid membaca doa kafaratul majelis.
Pertemuan 5- TAHAP MENGAPLIKASI – RISET DAN MEMBUAT KERANGKA
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menulis dan/atau menyajikan teks pidato persuasif yang etis, sistematis, dan bermakna untuk menyampaikan opini pro/kontra terhadap isu aktual dengan menggunakan multimodal (seperti media pendukung atau presentasi lisan).
- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid untuk berdoa, dan mengecek kehadiran murid.
- Guru memastikan lingkungan kelas siap, termasuk akses ke ditriles.com untuk panduan penulisan.
- Guru memberikan apresiasi atas keberhasilan murid dalam menganalisis pidato di pertemuan sebelumnya.
- Pertanyaan Pemantik: “Kemarin kita sudah tahu rahasia di balik pidato yang kuat. Sekarang, jika kalian diberi kesempatan untuk ‘menyuarakan’ masalah lingkungan di depan sekolah, masalah mana yang paling mendesak untuk segera dibahas?”
- Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran
- Guru mengarahkan murid ke bagian Scaffolding Otomatis di ditriles.com
- Murid dalam kelompok menyampaikan data hasil riset mereka (masalah lingkungan + data pendukung).
- Murid memvalidasi data mereka. Apakah datanya relevan? Apakah sumbernya bisa dipercaya? Guru memastikan setiap murid memiliki minimal satu fakta kuat (data angka atau pengamatan lapangan) untuk memperkuat argumen mereka.
- Murid menyusun kerangka dengan Scaffolding secara mandiri.
- Guru mendampingi kelompok C untuk memastikan setiap bagian kerangka terisi dengan kalimat yang runtut dan tidak diawali kata depan.
- Murid menukar perangkat dengan teman sebangkunya.
- Teman sebangku memberikan umpan balik singkat menggunakan rubrik sederhana (seperti: “Apakah ajakannya jelas?”, “Apakah datanya masuk akal?”).
- Murid merefleksi diri:
- “Bagian mana dari kerangka kalian yang paling sulit disusun? Bagaimana kalian mengatasinya?”
- Guru memuji setiap murid yang telah berhasil menyusun kerangka logis.
- Guru mengarahkan murid untuk meninjau kembali masukan dari teman sebangku dan mulai mengembangkan kerangka tersebut menjadi naskah utuh di pertemuan berikutnya.
- Guru menutup kelas dengan doa kafaratul majelis.
Pertemuan 6 – TAHAP MENGAPLIKASI – MENULIS TEKS MENGGUNAKAN SCAFFOLDING – PRAKTIK BERPIDATO
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menulis dan/atau menyajikan teks pidato persuasif yang etis, sistematis, dan bermakna untuk menyampaikan opini pro/kontra terhadap isu aktual dengan menggunakan multimodal (seperti media pendukung atau presentasi lisan).
- Guru membuka kelas dengan salam, doa, dan cek kehadiran.
- Guru memuji kerangka pidato yang disusun sebelumnya dan menjelaskan bahwa hari ini adalah “Hari Produksi & Latihan” untuk persiapan unjuk karya kokurikuler.
- Guru menyampaikan bahwa hari ini setiap kelompok akan menyelesaikan naskah final dan melatih sajian pidato mereka. Ketua kelompok (yang terpilih) akan memimpin jalannya latihan.
- Finalisasi Naskah
- Kelompok berkumpul. Anggota yang bertugas sebagai Penulis/Kurator bekerja sama dengan Ketua untuk memfinalisasi naskah pidato berdasarkan umpan balik pertemuan lalu.
- Murid memastikan naskah sudah etis, sistematis, dan bermakna. Penulis memastikan tidak ada kalimat yang diawali kata depan sesuai aturan yang disepakati.
- Persiapan Produksi. Anggota kelompok lain menjalankan perannya masing-masing:
- Kurator/Penulis: Memastikan diksi sudah tepat dan persuasif.
- Tim Properti/Multimodal: Menyiapkan media pendukung (poster digital, slide Canva, atau alat peraga lingkungan).
- Ketua (Orator): Mulai berlatih artikulasi, intonasi, dan bahasa tubuh di depan kelompoknya.
- Simulasi
- Setiap kelompok melakukan simulasi pidato singkat (3-5 menit).
- Guru berkeliling melakukan coaching (pendampingan) khusus pada ketua kelompok mengenai teknik vokal dan gestur.
- Guru juga memantau apakah properti/multimodal yang disiapkan sudah selaras dengan naskah.
- Kelompok memberikan masukan konstruktif setelah simulasi selesai.
- Unjuk Karya
- Setiap kelompok menampilkan pidato persuasif mereka secara bergantian.
- Setiap selesai pidato, audiens diberikan kesempatan untuk bertanya atau memberikan tanggapan positif.
- Guru memberikan umpan balik langsung (bukan hanya nilai, tapi apresiasi atas keberanian dan kedalaman riset mereka).
- Simpulan: Guru dan siswa menyusun poin penting mengenai struktur teks pidato persuasif dan ciri kebahasaan yang efektif.
- Refleksi: Siswa merefleksikan pengalaman belajar, tantangan yang dihadapi, serta pemahaman baru yang didapatkan.
- Umpan Balik: Guru memberikan apresiasi atas proses dan keberanian siswa, serta masukan konstruktif untuk pengembangan kemampuan berpidato ke depan.
- Tindak Lanjut: Guru memberikan arahan untuk materi pertemuan berikutnya, ditutup dengan doa dan salam.
Pertemuan Terakhir – TAHAP MEREFLEKSI
- Guru membuka kelas, berdoa, dan memastikan suasana kelas kondusif setelah “Unjuk Karya” di pertemuan sebelumnya.
- Guru memberikan apresiasi hangat atas penampilan memukau semua kelompok pada sesi unjuk karya.
- Murid mengisi lembar refleksi (digital atau cetak) mengenai:
- Proses: Apa tantangan terbesar saat bekerja sama dalam kelompok?
- Diri: Apa satu keterampilan baru yang paling saya banggakan? (Contoh: cara mengatur napas, cara menyusun kata emotif, atau cara membuat slide Canva).
- Materi: Jika harus mengulang pidato tersebut, bagian mana yang akan saya perbaiki?
- Guru memantik diskusi: “Pidato kalian bukan sekadar tugas, itu adalah aspirasi. Dari semua masalah sampah yang kalian angkat, langkah nyata apa yang bisa kita lakukan bersama sebagai satu kelas untuk membantu lingkungan sekolah?”
- Murid saling berpendapat mengenai momen paling berkesan selama kegiatan pembelajaran sejak pertemuan pertama.
- Kelompok merumuskan satu “Komitmen Kelas” (Contoh: Mengurangi sampah plastik di kantin atau gerakan memilah sampah di tiap meja). Ini adalah bukti nyata bahwa pesan persuasif mereka memiliki efek.
- Guru memberikan penghargaan simbolis (bisa berupa gelar seperti: Orator Paling Inspiratif, Penulis Naskah Paling Tajam, Tim Multimodal Terkreatif).
- Penayangan cuplikan singkat video pidato terbaik (jika didokumentasikan) sebagai bukti keberhasilan belajar.
- Guru menegaskan bahwa menjadi pembicara yang etis adalah keterampilan seumur hidup.
- Guru memberikan refleksi singkat atas progres murid selama pembelajaran pidato.
- “Sejauh mana penggunaan scaffolding otomatis di ditriles.com membantu murid dalam menyusun struktur pidato yang sistematis?”
- “Apakah media visual dan audiovisual yang digunakan benar-benar berhasil meningkatkan kemampuan analisis kritis murid?”
- “Apakah murid sudah mampu menghubungkan materi teks pidato dengan masalah lingkungan riil di sekitar mereka?”
- “Bagaimana perkembangan kemampuan murid dalam menyampaikan pendapat secara etis dan argumentatif dibandingkan dengan saat asesmen awal?”
- “Bagian mana dari alur pembelajaran ini yang membutuhkan penyesuaian atau perbaikan jika saya ajarkan kembali di kelas lain?”
- Guru menutup dengan doa kafaratul majelis.
Tinggalkan Balasan